Ini Bentuk Nyata Komitmen PT Karabha Digdaya dalam Mengembangkan UMKM

DEPOK– PT Karabha Digdaya berkomitmen mengembangkan ekosistem agroindustri kemiri di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Perusahaan dibawah naungan Kementrian Keuangan itu mengambil peran melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Special Mission Vehicle (SMV) Tahun 2026.

Dukungan yang diberikan berupa 10 chiller dan satu mesin pencacah untuk membantu meningkatkan nilai tambah produk kemiri sekaligus mendukung kebutuhan pelaku UMKM di wilayah tersebut.

Program yang mengusung tema Pemberdayaan Ekosistem Agroindustri Komoditas Kemiri di Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut diharapkan mampu berkembang dan besar.

Program tersebut diluncurkan di Mataram, NTB dan diinisiasi oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank.

Peluncuran ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara LPEI dan Pemerintah Provinsi NTB bersama jajaran direksi lembaga pembiayaan ekspor tersebut.

Direktur Utama PT Karabha Digdaya, Yuli Priyanto mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan UMKM di Indonesia sesuai arahan pemegang saham.

“Kebetulan PT Karabha Digdaya juga berkomitmen sesuai dengan arahan pemegang saham untuk selalu ikut berkontribusi kepada UMKM,” kata Yuli, Minggu (27/9/2026).

Kontribusi yang diberikan dalam program tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan pelaku UMKM yang bergerak dalam pengolahan komoditas kemiri.

Dukungan peralatan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai produk kemiri sehingga memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar ekspor.

“Salah satunya adalah untuk di hari ini, kami memberikan kontribusi yaitu adalah 10 chiller dan 1 mesin pencacah untuk membuat value dari kemiri tersebut supaya lebih meningkat hasilnya. Dan kebetulan juga nanti bisa diekspor dan bisa mengembangkan ekonomi dari masyarakat NTB,” tukasnya.

Yuli memastikan dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui program serupa akan terus dilakukan. PT Karabha Digdaya telah menjalankan kerja sama dengan SMV di bawah Kementerian Keuangan sejak 2024.

“Ya, kebetulan agenda seperti ini rutin dan sejak tahun 2024 sudah dilakukan kerjasama dengan SMV yang ada di bawah Kementerian Keuangan. Dan setiap tahun akan kita lakukan terus-menerus,” ujarnya.

Pelaksanaan program tersebut nantinya diarahkan ke sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi serta kegiatan ekonomi masyarakat yang signifikan.

“Dan ini akan berpindah ke lokasi-lokasi yang memang dinilai cukup baik dan memang kegiatannya sangat signifikan untuk mendukung perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Dukungan PT Karabha Digdaya tersebut menjadi bagian dari sinergi sejumlah Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan dalam memperkuat ekosistem agroindustri kemiri NTB dari sisi hulu hingga hilir.

Di tempat yang sama, Direktur Pelaksana LPEI, Sukarmo Patmo Sukarso, mengatakan SMV Kementerian Keuangan memberikan dukungan melalui sejumlah program, mulai dari penyediaan sarana pascapanen, alat penunjang pengolahan produk kemiri, hingga peningkatan kapasitas petani.

“Dalam upaya pengembangan komunitas kemiri di NTB, SMV Kementerian Keuangan berkontribusi melalui beberapa program sebagai penyediaan sarana pascapanen, alat penunjang produk kemiri, hingga peningkatan kapasitas petani,” katanya.

Program tersebut juga diarahkan untuk mengintegrasikan pengelolaan sektor hulu dan hilir, termasuk penguatan sumber daya manusia petani inti serta pembukaan akses pasar baru bagi komoditas kemiri NTB.

Selain Indonesia Eximbank yang berfokus pada pengolahan pascapanen dan pengadaan alat penunjang produk, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) menangani penerapan bibit di Lombok, Sumbawa, dan Bima.

Sementara itu, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia menjalankan program peningkatan kapasitas bagi petani.

Dukungan lainnya diberikan PT Sarana Multigriya Finansial melalui pembangunan sarana produksi, PT Geo Dipa Energi (Persero) melalui instalasi panel surya, serta PT Indonesia Infrastructure Finance.

PT Sejahtera Eka Graha juga terlibat dalam pengembangan inovasi produk turunan minyak kemiri, sementara PT Karabha Digdaya memberikan peralatan pendukung bagi UMKM melalui 10 unit chiller dan satu mesin pencacah.

Komoditas kemiri NTB sendiri telah memiliki akses ke sejumlah pasar internasional.

Selain kemiri yang telah menembus pasar Jepang, komoditas unggulan NTB lainnya seperti vanili organik juga telah diekspor ke Amerika Serikat.

UMKM binaan Bank Indonesia dan Dinas Perdagangan NTB bahkan telah mencetak kontrak ekspor secara rutin, termasuk pengiriman 20 ton kemiri senilai Rp795 juta ke Jeddah, Arab Saudi.

Pengembangan komoditas tersebut menjadi bagian dari penguatan hilirisasi dan rantai nilai komoditas desa melalui Joint Program TJSL Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan Tahun 2026.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pengembangan komoditas ekspor menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi daerah dengan memperkuat sektor pertanian, agroindustri, produksi, hilirisasi hingga akses pasar global.

“Target kita bukan pameran. Pameran adalah target antara. Tujuan akhirnya adalah ekspor,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *