BOGOR – Sebanyak 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan setelah menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengonsumsi susu pada Rabu (21/10/2026). Hasil penyelidikan awal mengarah pada susu sebagai sumber keracunan.
Jumlah korban bertambah sepanjang hari. Siang hari, Kapolsek Cisarua Budi Suratman menyebut 92 siswa dilarikan ke rumah sakit, sembari menegaskan angka itu belum final karena evakuasi dan pendataan masih berjalan. Hingga pukul 15.30 WIB, jumlah siswa kelas VII dan VIII yang mengalami mual dan pusing usai sarapan MBG naik menjadi 103 orang.
Para siswa menjalani perawatan di Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr Fusia Meidiawaty menyatakan Dinkes, Puskesmas, dan RSPG bergerak bersama menangani korban.
Dugaan Awal dari Susu
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor Haidir menduga susu sebagai penyebab, karena gejala muncul setelah para siswa meminum susu tersebut. Seorang siswa bahkan mengaku kepada Kompas.com bahwa ia hanya meminum susunya.
Meski begitu, kepastian penyebab masih menunggu hasil laboratorium. Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan dan minuman untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor. Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, hasil uji itu yang akan menentukan apakah keracunan berasal dari makanan atau minuman.
View this post on Instagram
Kondisi Korban Stabil
Rudy menyebut 102 siswa dalam kondisi klinis stabil setelah mendapat tindakan medis cepat, sementara satu siswi membutuhkan penanganan tambahan karena mengalami kepanikan secara psikologis. Selain obat, para siswa juga diberi multivitamin dan makan siang, lalu dipulangkan sore hari jika hasil observasi menyatakan kondisinya membaik.
Pemkab Bogor tetap meminta siswa diobservasi satu hingga dua jam sebelum pulang, agar tidak muncul gejala lanjutan setibanya di rumah. Haidir menambahkan, dari total penerima, 48 siswa segera dipulangkan dan sisanya masih diobservasi.
Pemkab Tanggung Biaya, Nakes Datangi Rumah Siswa
Pemkab Bogor memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan siswa di RSPG Cisarua ditanggung penuh. “Kami pun menanggung semua pembiayaan perawatan mereka,” kata Rudy.
Pemkab juga menugaskan tenaga kesehatan RSUD Ciawi untuk memantau kondisi para siswa langsung ke rumah mereka pada Kamis (22/10/2026).
Dapur SPPG Dihentikan 20 Hari
Sebagai tindak lanjut, Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah tersebut dihentikan sementara. Haidir menjelaskan dapur tidak akan beroperasi selama 20 hari ke depan, masuk kategori suspensi sedang, sambil menunggu evaluasi dan hasil Labkesda. Total penerima MBG di sekolah itu mencapai 881 siswa.
Bukan Kasus Pertama di Bogor
Kasus ini menambah catatan insiden keracunan MBG di wilayah Bogor. Pada Agustus 2026, sebanyak 25 siswa dan guru SD Ciherang 01, Kecamatan Dramaga, diduga keracunan setelah menyantap menu MBG, dan Bupati Rudy saat itu meminta SPPG di Desa Ciherang berhenti beroperasi sementara. Sebelumnya, di Kota Bogor, 50 murid SD dan SMK mengalami gejala keracunan, dan uji Labkesda Kota Bogor terhadap sisa makanan menemukan kontaminasi bakteri E. coli dan Salmonella.
Hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium sampel MBG SMPN 2 Cisarua belum diumumkan.

