Program Makan Bergizi Gratis Difokuskan untuk Siswa yang Membutuhkan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diprioritaskan hanya untuk siswa yang benar-benar membutuhkan, bukan diberikan kepada seluruh peserta didik. Keputusan ini telah disepakati dalam rapat tingkat menteri dan merupakan bagian dari upaya membuat program lebih tepat sasaran.

“Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan,” ujar Abdul Mu’ti saat berada di Yogyakarta, Minggu lalu. Menurutnya, pendekatan selektif ini akan memastikan manfaat program dapat dinikmati oleh siswa yang paling berhak menerimanya.

Mekanisme Masih dalam Penyusunan

Sementara itu, mekanisme penerapan kebijakan MBG masih dalam tahap penyusunan bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah belum membuat keputusan final mengenai bagaimana peran kantin sekolah dan layanan lainnya dalam distribusi program ini.

“Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam,” jelasnya. Dengan demikian, semua aspek kebijakan akan melalui kajian menyeluruh sebelum diimplementasikan di lapangan.

Peran Kementerian dan Badan Gizi Nasional

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa distribusi MBG merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional. Kemendikdasmen hanya memberikan masukan terkait pelaksanaan program agar tujuan yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto dapat tercapai dengan optimal.

“Semangat MBG kan oleh Pak Presiden dimaksudkan untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga terbebas dari stunting,” ujarnya. Oleh karena itu, kementerian terus berkoordinasi dengan BGN dan menunggu kebijakan lanjutan yang akan diterbitkan untuk pelaksanaan program.

Integrasi dengan Pendidikan Karakter

Program MBG tidak hanya sebatas pemberian makanan bergizi kepada siswa. Dalam berbagai kesempatan, Kemendikdasmen menekankan bahwa program ini juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter peserta didik di sekolah.

Program tersebut merupakan salah satu dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni membiasakan makan sehat dan bergizi. “Kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter terintegrasi dengan MBG,” kata Abdul Mu’ti. Dengan demikian, program ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi kesehatan dan karakter generasi muda Indonesia.

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *