Ironis! Lulusan SMK Jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Depok

pengangguran Depok 2025

DEPOK24JAM- Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kota Depok pada Agustus 2025 hanya 62,00 persen, angka terendah dari seluruh 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dan jauh di bawah rata-rata provinsi sebesar 66,99 persen.

Di saat yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) naik dari 6,27 persen menjadi 6,52 persen, dengan lulusan SMK sebagai kelompok paling banyak menganggur. Data ini bersumber dari publikasi Profil Ketenagakerjaan Kota Depok yang dirilis BPS Kota Depok berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025. Hasil survei dirilis pada 2 Juni 2026.

Depok selama ini dikenal dengan prestasi kemiskinan terendah dan IPM tertinggi ketiga se-Jawa Barat. Namun, data ketenagakerjaan terbaru ini menunjukkan sisi lain yang jarang dibahas. Berikut ulasan lengkapnya.

Apa Itu TPAK dan Kenapa Angka Depok Jadi Sorotan?

TPAK atau Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja mengukur berapa persen penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang aktif secara ekonomi, baik sedang bekerja maupun sedang mencari kerja. TPAK Depok sebesar 62,00 persen berarti dari setiap 100 penduduk usia kerja, hanya 62 orang yang terlibat di pasar kerja. Sisanya, 38 orang, tidak bekerja dan tidak sedang mencari kerja.

Yang membuat angka ini menjadi sorotan adalah karena 62,00 persen merupakan posisi paling rendah di Jawa Barat. Berikut perbandingannya:

Wilayah TPAK 2025
Kabupaten Pangandaran (tertinggi) 79,13%
Rata-rata Jawa Barat 66,99%
Kota Bogor 65,18%
Kota Bekasi 64,10%
Kota Depok (terendah) 62,00%

TPAK Depok juga turun dari 62,89 persen pada 2024. Jumlah penduduk yang masuk kategori bukan angkatan kerja meningkat sekitar 33 ribu orang dalam setahun, dari 618.327 menjadi 651.471 orang.

Berapa Tingkat Pengangguran Kota Depok 2025?

TPT Kota Depok pada Agustus 2025 sebesar 6,52 persen, naik dari 6,27 persen pada 2024. Jumlah penganggur terbuka mencapai 69.289 orang. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar enam hingga tujuh orang masih menganggur.

Kenaikan ini membalikkan tren perbaikan pada tahun sebelumnya. Pada 2023 TPT Depok tercatat 6,97 persen, turun menjadi 6,27 persen pada 2024, lalu kembali naik menjadi 6,52 persen pada 2025. Persentase penduduk bekerja dari total angkatan kerja juga turun tipis dari 93,73 persen menjadi 93,48 persen.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki mencapai 7,30 persen, lebih tinggi dibanding perempuan sebesar 5,17 persen. Dari total 69.289 penganggur, sebanyak 49.198 orang merupakan laki-laki.

Kenapa Lulusan SMK Depok Paling Banyak Menganggur?

TPT lulusan SMK/sederajat di Kota Depok mencapai 10,96 persen pada 2025, tertinggi dari seluruh jenjang pendidikan dan hampir dua kali lipat rata-rata kota. Secara jumlah terdapat 27.936 penganggur lulusan SMK, menjadi kelompok terbesar dibanding jenjang pendidikan lainnya.

Trennya selama tiga tahun terakhir sebagai berikut:

Jenjang Pendidikan TPT 2023 TPT 2024 TPT 2025
SMP/sederajat ke bawah 8,50% 4,39% 4,66%
SMA/sederajat 7,05% 4,67% 5,37%
SMK/sederajat 8,53% 11,62% 10,96%
Diploma/Universitas 4,35% 5,39% 5,30%
Rata-rata Depok 6,97% 6,27% 6,52%

BPS dalam publikasinya menyebut kondisi ini cukup ironis karena SMK dirancang untuk mempersiapkan siswa langsung memasuki dunia kerja. Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) lulusan SMK juga menjadi yang terendah, yakni 89,04 persen, dibanding lulusan SMP yang mencapai 95,34 persen.

Penyebab yang diidentifikasi antara lain ketidaksesuaian keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri, kurangnya sertifikat kompetensi, kemampuan teknologi informasi dan bahasa asing yang belum memadai, hingga keterbatasan sarana dan prasarana sekolah. BPS merekomendasikan evaluasi kurikulum, penguatan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta peningkatan kemitraan dengan dunia industri.

Apakah Sarjana di Depok Juga Kena Imbas?

Ya. Pengangguran terdidik juga mengalami kenaikan. TPT lulusan Diploma, Akademi, dan Universitas meningkat dari 4,35 persen pada 2023 menjadi 5,30 persen pada 2025. Secara jumlah terdapat 16.516 penganggur lulusan perguruan tinggi di Kota Depok.

Publikasi BPS mengutip penelitian Aini dkk. (2025) yang menyebut beberapa penyebab pengangguran terdidik, seperti ketidaksesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja, disparitas kualitas antar perguruan tinggi, kurangnya keterampilan teknis dan soft skills, serta tingginya minat lulusan pada bidang sosial humaniora dibanding bidang STEM yang lebih banyak dibutuhkan industri.

Bagaimana Kondisi Perempuan di Pasar Kerja Depok?

Kesenjangan partisipasi kerja masih cukup lebar. TPAK perempuan di Depok hanya 45,36 persen, jauh di bawah laki-laki yang mencapai 78,63 persen. Dari total 856.869 perempuan usia kerja, sebanyak 361.070 orang beraktivitas mengurus rumah tangga atau sekitar 77,12 persen dari seluruh perempuan yang bukan angkatan kerja.

Ada pula fakta bahwa 10,91 persen perempuan bekerja berstatus sebagai pekerja keluarga tanpa menerima upah, jauh lebih tinggi dibanding laki-laki yang hanya 1,72 persen. Secara jumlah terdapat 40.232 perempuan di Depok yang bekerja tanpa dibayar.

Menariknya, perempuan yang berhasil masuk ke pasar kerja justru memiliki tingkat kesempatan kerja lebih tinggi. TKK perempuan mencapai 94,83 persen, sedangkan laki-laki 92,70 persen. Artinya, tantangan utama bukan pada daya serap tenaga kerja perempuan, melainkan pada akses mereka untuk masuk ke pasar kerja.

Ada Kabar Baiknya?

Ada. Jumlah penduduk bekerja tetap meningkat menjadi 993.732 orang. TPT Depok sebesar 6,52 persen masih berada di bawah rata-rata Jawa Barat yang mencapai 6,77 persen, serta lebih baik dibanding Kabupaten Bekasi (8,78 persen) maupun Kota Cimahi (8,75 persen).

Selain itu, dari seluruh penganggur, sebanyak 77,13 persen masih aktif mencari pekerjaan dan 15,55 persen sedang mempersiapkan usaha. Dalam hasil survei bahkan tidak ditemukan kategori penganggur putus asa. Artinya, masyarakat Depok yang menganggur masih memiliki motivasi tinggi untuk masuk ke pasar kerja, meski peluang kerja yang tersedia masih perlu ditingkatkan.

FAQ: Data Ketenagakerjaan Kota Depok 2025

Berapa tingkat pengangguran Kota Depok tahun 2025?

TPT Kota Depok sebesar 6,52 persen per Agustus 2025, naik dari 6,27 persen pada 2024, dengan jumlah penganggur terbuka mencapai 69.289 orang berdasarkan Sakernas Agustus 2025.

Berapa TPAK Kota Depok 2025 dan bagaimana posisinya di Jawa Barat?

TPAK Kota Depok sebesar 62,00 persen dan merupakan yang terendah dari seluruh 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Rata-rata provinsi tercatat sebesar 66,99 persen.

Lulusan apa yang paling banyak menganggur di Depok?

Lulusan SMK atau sederajat menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni TPT sebesar 10,96 persen dengan jumlah penganggur mencapai 27.936 orang.

Berapa jumlah penduduk bekerja di Kota Depok tahun 2025?

Terdapat 993.732 penduduk bekerja dari total angkatan kerja sebanyak 1.063.021 orang. Sebanyak 84,18 persen bekerja di sektor jasa dan 64,07 persen berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.

Berapa TPAK perempuan di Kota Depok?

TPAK perempuan sebesar 45,36 persen, jauh di bawah TPAK laki-laki yang mencapai 78,63 persen.

Apa sumber data artikel ini?

Seluruh data berasal dari publikasi Profil Ketenagakerjaan Kota Depok Hasil Sakernas Agustus 2025 (Volume 6 Tahun 2026) yang diterbitkan Badan Pusat Statistik Kota Depok berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2023–2025.


Artikel ini disusun berdasarkan data resmi BPS Kota Depok. Seluruh angka dikutip langsung dari publikasi Profil Ketenagakerjaan Kota Depok Hasil Sakernas Agustus 2025 tanpa penambahan data eksternal. Sumber: BPS Kota Depok, Profil Ketenagakerjaan Kota Depok Hasil Sakernas Agustus 2025 (Volume 6, 2026)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *