Perempuan Hamil di Depok Digigit Seekor Beruk Liar

12

DEPOK- Seekor beruk berukuran cukup besar terlepas dari kandangnya Perumahan Bella Casa Blok Edelweis 5 R T 02/RW 023 Jalan Tole Iskandar, Kota Depok. Hewan liar tersebut kabur hingga menggigit pasangan suami istri yang tengah berkendara di sekitar wilayah tersebut.

Perwira Pelaksana Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kota Depok Merdi Setiawan mengatakan korban suami istri yang digigit beruk tersebut mengalami luka-luka yang cukup serius.

“Korban dua orang yaitu pasutri, yang suami luka robek 14 jahitan sedangkan istrinya harus transfusi darah akibat digigit beruk. Ditambah lagi, yang bersangkutan dalam kondisi hamil,” kata Merdi, Senin 4 Oktober 2019.

Merdi menjelaskan beruk tersebut awalnya milik warga sekitar yang dilepas sekitar lima tahun yang lalu. Karena takut menyerang akhirnya warga menangkap dan memasukkan binatang primata tersebut ke kandang besi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MEMANTAU KOTA DEPOK 24 JAM (@depok24jam) on


Namun, seiring berjalannya waktu beruk tersebut semakin besar hingga hari ini terlepas setelah merusak besi kandang. Dia berlari menyerang pasangan suami istri yang tengah lewat di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan motor.

“Jadi dia menggelayut dari arah belakang dan menggigit punggung korban wanita hamil itu. Suaminya, yang mengemudikan kehilangan arah menabrak tembok,” bebernya.

Setelah itu, beruk tersebut lari dan masuk ke dalam mobil rongsok warga memburunya tetapi tidak berani menangkap melihat perawakan beruk yang cukup besar dan taringnya yang cukup tajam.

“Warga menelepon sekitar pukul 08.00 WIB. Personel dibantu oleh Tim Animal Defender langsung mendatangi lokasi,” jelasnya.

Selanjutnya, Tim melakukan evakuasi satwa liar itu dengan cara menembakkan bius. Tak menunggu waktu lama, petugas langsung memasukkannya ke dalam kandang besi yang telah diperbaharui oleh warga.

“Jadi kandangnya ditambah lagi teralis, agar tidak bobol lagi. Sekarang, beruk tersebut sudah dimasukkan ke kandang,” terangnya.

Dia memaparkan Damkar Kota Depok telah berkoordinasi dengan Kebun Binatang Ragunan untuk menyerahkan dan mengurus hewan tersebut. Namun karena keterbatasan tempat akhirnya beruk itu tidak diterima.

“Tidak ada tempat di sana, jadi solusinya tetap di kandang tapi nanti akan divaksin. Memang sulit juga, kalau dilepas ke alam bebas nanti malah mati. Primata ini berbeda dengan hewan lain. Mereka butuh penyesuaian lama,” pungkasnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lebih Tahu Depok