DEPOK- Kegiatan ibadah Misa di Wisma Sahabat Yesus (SY) yang terletak di Jalan Margonda Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji digelar pada Minggu (28/12). Jemaat yang merupakan penghuni wisma dan sejumlah mahasiswa terlihat khusuk menjalani ibadah dengan kondusif.
Ketua KMK PNJ, Otniel Shamir Tahor Levy mengaku senang dan terharu dengan digelarnya misa di Wisma Sahabat Yesus. Dia pun bersyukur ibadah berjalan lancar.
“Dengan misa yang tadi hari ini lumayan membuat saya terharu ya. Terimakasih untuk panitia, dan segala macamnya untuk merayakan misa Natal pada Minggu ini,” katanya, Minggu (28/12/2025).
Dirinya berharap ibadah di wisma bisa terus digelar dengan lancar. Otniel ingin bahwa semua pihak sama-saman menjaga kedamaian di Kota Depok.
“Harapan saya kedepannya semoga kita bisa terus lancar dalam merayakan ibadah misa, sama juga menjaga kedamaian terhadap sesama,” ujarnya.
Pimpinan Wisma Sahabat Yesus Depok, Romo Robertus Bambang Rudianto mengucapkan terima kasih atas dukungan banyak pihak karena perayaan Natal di wisma berjalan lancar, damai dan kondusif.
“Ini adalah suatu kebahagiaan di Wisma Sahabat Yesus merayakan Natal bersama dengan mahasiswa, juga dengan mereka-mereka yang kadang-kadang misa di sini. Intinya saya mengatakan ini semua adalah bagian dari silaturahmi,” katanya.
Romo menegaskan tidak ada larangan dalam menjalankan ibadah Natal di Kota Depok. Dia juga mengaku tidak mendapat intimidasi dari pihak manapun.
“Ya ini kan kita di negara yang menghormati yang namanya kebebasan bersuara ya. Tapi kan tidak semua suara itu harus ditanggapi, karena ada juga suara yang tidak mewakili, menghormati manusia juga,” ujarnya.
Romo Rudi justru menekankan pentingnya untuk melihat situasi ini dengan cara positif. Dia menegaskan tidak ada pelarangan ibadah di Kota Depok. Hanya saja diakui perlu waktu untuk diskusi dan saling kenal.
“Dan saya di Depok ini dan di tengah-tengah warga semua dan saya mengatakan juga setiap kali ada pertanyaan apakah dilarang? Tidak ada larangan, tidak ada pembatalan, kita butuh waktu ya, butuh waktu untuk saling mengenal,” tukasnya.
Romo Rudi juga menjelaskan bahwa selama ini tidak ada masalah antara warga sekitar dengan jemaat Wisma Sahabat Yesus. Menurutnya adalah hal lumrah jika warga bertanya mengenai kegiatan yang dilakukan di wisma.
“Sederhana begini ya, saya kan selama tiga tahun tidak ada apa-apa ya. Tapi kan juga wajar kita bertetangga itu harus saling mengenal,” katanya.
Jemaat di wisma tersebut merupakan mahasiswa dari 14 kampus di Jakarta Selatan dan Depok. mereka berasal berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ya kan dari waktu ke waktu kan anak-anak mahasiswa dari pandemi kita datang, lalu ini dari semua yang 14 kampus saya dampingi di seluruh Jakarta Selatan dan Depok, ini kan dari berbagai macam latar belakang, dari NTT, dari Kalimantan, dari semua dan mereka kan perantauan. Mereka kan butuh juga tempat yang ketemu temannya dengan damai,” katanya.
Menurutnya, yang terjadi kemarin merupakan suatu proses saling kenal antara warga dengan penghuni wisma.
“Maka sebenarnya ini proses saling mengenal dan saya menganggapnya itu sangat wajar,” tukasnya.
Romo mengakui bahwa warga Depok sangat menjaga toleransi antar umat beragama. Menurutnya, toleransi bukah hanya soal agama namun bagaimana saling mengenal. Toleransi adalah menghormati setiap manusia, percaya pada Tuhan, dan menghormati satu sama lain.
“Toleransi kan kita menerima, semua orang kan menanggapi Tuhan dan itu kan sama. Maka kalau toleransiannya dibatasi dalam soal ibadah, nah itu kan sangat sempit. Itulah yang buat saya toleransi dan Depok itu ya, dan jelas sekali kita semua kan menghormati,” pungkasnya.

