FKUB Tegaskan Depok Kota yang Toleran dan Nyaman

FKUB di wisma SY

DEPOK- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok menegaskan bahwa Depok adalah kota yang toleran. Perwakilan dari lintas agama, lintas budaya, hingga kepemudaan yang berafiliasi kepada FKUB menyatakan bahwa merasa nyaman di Depok.

“Dari tokoh agama, tokoh masyarakat, lintas agama, lintas budaya, tidak ada satu pun perwakilan-perwakilan dari lintas agama, lintas budaya, bahkan pemuda yang baru saja kita bentuk organisasinya sekarang, yang berafiliasi kepada FKUB, menyatakan bahwa merasa nyaman di Depok, aman, tidak sesuai dengan apa yang dituduhkan oleh beberapa lembaga survei,” kata KH. Ahmad Kholadi selaku Urusan Kemasyarakatan FKUB Depok, Minggu (28/12/2025).

Ditegaskan bahwa pihaknya konsern memelihara kerukunan di masyarakat, khususnya di Kota Depok. Tahun 2025, peringkat Kota Depok naik hingga 16 peringkat sebagai kota yang toleran berdasarkan salah satu lembaga survei. Sebelumnya Depok berada di 93 dari 94 yang intoleran.

“Artinya kita sekarang diurutan 76. Tetapi apa? ketika kita melaksanakan dialog, bahkan FKUB selalu melakukan itu setiap bulan, setahun sampai belasan kali,” ujarnya.

Disebutkan, rilis dari lembaga survei UI bahwa Depok ini mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai 71.  Menurutnya ini nilai yang berada di atas rata-rata.

“Jadi ini sudah di atas rata-rata kerukunan kita, toleransi kita di Depok,” tegasnya.

Kapolres di Wisma SY

Menanggapi berita yang saat ini terjadi di Depok, ditegaskan bahwa sebetulnya tidak ada terjadi apa-apa. Hanya saja, kata dia barangkali ada kesalahpahaman atau miss informasi sehingga ada pernyataan-pernyataan yang seakan-akan ini ada masalah.

“Saya diskusi sama lurah, tidak ada masalah, tokoh masyarakat tidak ada masalah, tidak ada penolakan,” tukasnya.

Menurut Kholadi, tudingan adanya penolakan ibadah dan tersebar di media itu tidak benar.

“Media mohon doanya untuk terus mengkampanyekan supaya Depok ini menjadi kota toleran, dan kota yang rukun, dan harmoni,” tegasnya.

Pradi di Wisma SY

Di lokasi sama, Anggota DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna mengatakan, kewajiban semua pihak untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Ya sebagai warga negara hidup berdampingan, saling support mendukung, apalagi kan dalam menebarkan tentu kebaikan-kebaikan buat bangsa dan negara. Persoalan tanggung jawab, kalau ibadah saya pribadi itu tanggung jawab pada Yang Maha Kuasa,” katanya.

Dikatakan, dalam kehidupan warga tentu harus saling menghormati, saling menghargai.

“Adapun kalau ada hal-hal teknis kan bisa dibicarakan ya, intinya bisa dilihat suasananya begitu damai,” ujarnya.

Dia memastikan, kondisi di Wisma Sahabat Yesus Depok sangat hangat dan penuh keceriaan, tidak seperti yang dirumorkan di media sosial.

“Iya, karena kan menilai itu ada yang memang melihat langsung, ada yang tidak melihat, tapi sudah bisa menilai. Tapi fakta yang kami dapatkan ya hari ini bisa terlihat, bisa ngeteh bareng dan sebagainya, sangat harmonis,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *