DEPOK– Pihak sekolah yang salah satu gurunya diketahui menyediakan jasa layanan mesum sesama jenis langsung gerak cepat dengan melakukan tracking pada siswa. Selain itu, sekolah juga mengumpulkan orang tua.
“Bagian kesiswaan sudah sejauh mana ngecek anak-anak. Kemudian persiapan-persiapan pengumpulan orang tua terhadap anak-anak yang diamanati di sekolah di sini dalam hal ini wali murid,” kata Zarkasih, selaku juru bicara pihak sekolah, Senin (30/3/2026).
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga ikut turun tangan, dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Puskesmas yang akan melakukan pendampingan.
“Ini kita sudah lakukan terobosan-terobosan seperti itu, tinggal menunggu. Hari ini Insya Allah katanya Dinkes Kota Depok pun melalui Puskesmas Kedaung di sini juga akan hadir bersama kita membantu dan mendampingi, juga dari Polsek Sawangan hari ini juga Insya Allah akan hadir ya, akan memberikan kita klarifikasi sejauh mana cerita aslinya,” ujarnya.
Zarkasih menuturkan, sejauh ini belum ada murid yang menjadi korban IK (35). Di sekolah tersebut, IK mengajar Bahas Inggris dan IPS. Dia bergabung di sekolah sejak tahun 2017.
“Sampai detik ini nggak ada (korban). Alhamdulillah gitu,” ucapnya.
Pihak sekolah sudah meminta keterangan langsung kepada IK. Dari penuturan IK, dia sudah mulai memberikan layanan tak senonoh kepada sesama jenis itu sejak lama. Motifnya karena ekonomi.
“Sempat saya tanyakan juga pada dia (IK), punya kelainan seks gak? Dia jawan ngga ada. Saya (IK) pengen kayak bapak, saya pengen kayak temen-temen yang lain, saya juga pengen punya keturunan, saya juga pengen nikah, jawabannya begitu,” beber Zarkasih menirukan ucapak IK.
Dari penuturan IK, apa yang dilakukan karena faktor ekonomi.
“Tapi emang karena berarti dari penjelasan dia itu ya karena faktor keuangan aja,” pungkasnya.

