DEPOK– Sejumlah pemilik unit Saladin Mansion Apartemen di Jalan Margonda resah dengan adanya dugaan praktik esek-esek di hunian mereka. Diduga ada oknum-oknum pemilik yang menyewakan unitnya pada pihak ketiga atau broker dan disewakan kembali dengan sistem per jam.
Bahkan sejumlah pemilik unit menemukan langsung satu pasangan yang mengaku menyewa kamar dengan harga Rp 110 ribu/ jam. Ketika ditanya, pasangan tersebut mengaku hendak ‘ngamar’ dengan modus ‘nonton Netflix’.
Ketua Aliansi Saladin Mansion Apartemen, Guswandri mengatakan, banyak pemilik yang resah dengan adanya dugaan praktek tersebut. Hal itu membuat tingkat hunian turun karena banyak unit yang akhirnya tidak terjual atau tersewa.
“Keresahan ini masalah prostitusi. Di mana di apartemen banyak berkembang prostitusi gitu. Jadi ini salah satu efeknya, akhirnya penyewa yang orang baik-baik takut untuk tinggal di sini, sehingga apartemen ini menjadi kosong gitu, tidak terjual gitu, tingkat huniannya rendah,” katanya, Selasa (2/6/2026).
Pemilik unit sudah melaporkan keresahan tersebut pada pihak manajemen. Namun untuk laporan ke polisi belum dilakukan secara resmi.
“Sudah berulang kali dilaporkan. Ke manajemen. Ke polisi kita belum pernah melaporkan secara resmi. Karena itu kan tanggung jawab pengelola, Jakarta Mitra Pengelola kan gitu. Kita sebagai pemilik hanya menyampaikan pada yang mengelola, ini loh masalah di sini,” ujarnya.
Guswandri menuturkan, dugaan adanya praktik prostitusi bukan tanpa bukti. Karena pemilik ada yang melihat pasangan muda mudi berseliweran di apartemen tersebut.
“Dari ini, dari setiap harinya kan teman-teman juga yang punya unit datang ke sini melihat berkeliaran tuh malam-malam para wanita-wanita muda gitu ya kan, isunya itu berkembang di sini,” ungkapnya.
Hal itu dibenarkan oleh Dea, pemilik unit lainnya. Dia menuturkan, para pemilik tidak tahu kalau unitnya disewakan secara per jam oleh broker. Biasanya penyewa adalah anak muda.
“Nah ownernya kan enggak tahu nih, terus brokernya nyewain tuh jam-jaman, nah biasanya tuh anak muda,” katanya.
Nova, pemilik unit lain juga menuturkan hal yang sama. Biasanya penyewa sistem per jam ramai di akhir pekan dengan harga Rp 250 ribu per 2 jam.
“Per 2 jam kalau weekend itu Rp 250 ribu, Jumat malam lah ya, malam Sabtu. Itu dia jam-jaman itu banyak itu wara wiri, dan terang-terangan disini, joki-jokinya ngumpul disini, brokernya duduk semua disini,” katanya.

