DEPOK24JAM – Seorang pria di Spanyol yang awalnya diduga menderita kanker otak ternyata terinfeksi cacing Taenia solium. Diagnosis ini ditegakkan setelah hasil MRI dan tes antibodi menunjukkan keberadaan parasit tersebut.
Cacing Taenia solium dapat menginfeksi manusia melalui dua cara, yaitu mengonsumsi daging setengah matang yang mengandung kista atau menelan telur cacing akibat kontaminasi feses. Parasit ini biasanya menginfeksi babi, di mana telur yang tertelan akan menetas di usus, masuk ke aliran darah, dan menyebar ke jaringan tubuh. Di sana, mereka membentuk larva yang disebut cysticerci.
Jika seseorang mengonsumsi daging babi yang mengandung cysticerci, larva tersebut dapat berkembang menjadi cacing pita dewasa di saluran pencernaan manusia dan bertahan selama bertahun-tahun. Orang yang terinfeksi kemudian akan mengeluarkan telur cacing melalui feses, yang bisa mencemari makanan atau air jika sanitasi buruk. Ketika telur ini masuk ke tubuh manusia, mereka dapat menyebar ke berbagai organ, termasuk otak.
Infeksi di sistem saraf pusat disebut neurocysticercosis (NCC). Kondisi ini dapat menyebabkan kejang, gangguan neurologis, penurunan kognitif, stroke, atau bahkan tanpa gejala, tergantung lokasi larva di otak. Dalam kasus pria tersebut, gejalanya tergolong ringan.
Dokter memberikan dua jenis obat antiparasit untuk mengatasi infeksi. Pria itu pun berhasil pulih. Para dokter menekankan pentingnya mempertimbangkan NCC sebagai diagnosis, meskipun pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah endemik. Diagnosis yang lebih cepat dapat mencegah prosedur medis invasif yang tidak diperlukan dan memungkinkan pengobatan yang lebih tepat.
Sumber: Ars Technica – All content

