Pengakuan Wali Murid SDN Srengseng Sawah 15: Berusaha Tenang Walaupun Panik

wali murid sdn srengseng sawah 15 jaksel

JAKARTA– Keresahan di wajah wali murid dan guru SDN Srengseng Sawah 15 Jalan Gardu RT 11 RW 02, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan terlihat saat mengetahui adanya teror bom di sekolah.

Tak dipungkiri seluruh wali murid dan guru panik mengetahui adanay kabar tersebut. Terlebih, adalam ancaman yang diterima sekolah akan ada 11 bom yang diledakkan.

Ironinya, teror tersebut terjadi saat hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Suasana yang seharusnya ceria dan bahagia bagi siswa, berubah menjadi kepanikan tak terbendung.

Seperti yang diungkapkan Melisa, salah satu wali murid. Dia mengaku panik saat mengetahui adanya berita tersebut hingga harus mendatangi sekolah untuk mencari kebenaran kabar itu.

“Pagi masih kondusif sih karena ada kegiatan MPLS. Tiba-tiba dengar dari orang tua murid lain (isu teror bom),” katanya, Senin (13/7/2026).

Ia awalnya dia sempat tidak percaya. Namun semua rasa tak percayanya itu berubah setelah melihat situasi di sekolah sudah ramai.

“Di depan sekolah sudah ramai. Cuma kita berusaha ngga panik biar anak-anak ngga berhamburan,” ujarnya.

Ia bersama wali murid lainnya sempat dikumpulkan dan diberi pengarahan oleh kepolisian. Mereka baru diinformasikan bahwa ada teror yang ditujukan ke sekolah.

“Tadi kita dikumpulkan dulu dari pihak kepolisian, dari orang tua bahwa adanya isu seperti ini. Cuma kita ngga boleh panik, tapi kita bisa pelan-pelan bawa anak-anak keluar dari sekolah secara aman,” ceritanya.

Melisa mengaku sangat khawatir dengan adanya teror tersebut. Karena ini menyangkut keselamatan ratusan murid, guru dan tenaga pendidik.

“Kalau khawatir sih sangat khawatir, tapi kita berusaha supaya anak-anak tidak ada yang tahu biar tidak berhamburan. Kalau anak-anak yang tahu pasti runyam jadinya,” ucapnya.

Di balik kepanikan dan khawatir tersebut, Melisa berusaha tenang dan membawa anaknya keluar dari area sekolah. Ia mengaku ingin bergegas pergi namun dia harus tetap mengikuti arahan kepolisian dan sekolah agar tertib.

“Jadi kita berusaha tenang walaupun panik banget. Sebenarnya sudah mau buru-buru, cuma harus evakuasi pelan-pelan jadi harus ikutin dari seklolah. Begitu dibubarkan harus pelan-pelan dulu, satu-satu,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi membenarkan adanya kepanikan wali murid. Namun dia memastikan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan baik dan mengedepankan keselamatan seluruh siswa.

“​Ya panik, ya pasti. Mereka juga menanyakan pas kita datang, ‘Ibu, ini aman enggak? Aman enggak buat anak saya?’ dan segala macam. Ya pasti itu yang ditanyakan,” katanya.

Pihaknya kemudian berkordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan memutuskan untuk memulangkan siswa demi alasan kesematan.

“Oleh karena itu, kita mengambil inisiatif dengan Dinas ya, dari Pak RT, Pak RW, Pak Camat, semuanya untuk memulangkan. Ya, jadi kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *