BUMN Tancap Gas! Laba PT Timah Melejit 804%, Bukti Danantara Bikin BUMN Makin Sehat

Danantara

JAKARTA– Kerja keras pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di sektor BUMN mulai kelihatan hasilnya. Sepanjang semester pertama 2026, kinerja BUMN di bawah naungan Danantara mencatat lonjakan laba yang bikin geleng-geleng kepala.

Data terbaru menunjukkan hampir semua sektor strategis BUMN tumbuh positif. Mulai dari tambang, pupuk, semen, sampai perbankan pelat merah.

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto menilai ini bukti konsolidasi Danantara sudah di jalur yang benar.

“Menurut saya kinerja solid masih ditunjukan BUMN blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. Misal kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telco dan Pertamina,” kata Toto seperti dikutip, Kamis (13/8/2026).

Toto berharap proses streamlining atau penataan BUMN bisa dipercepat. Tujuannya biar efisiensi makin terasa dan kinerja makin meroket.

“Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan,” ujarnya.

Timah Paling Ngeri, Laba Naik 804%
Yang paling mencuri perhatian adalah PT Timah. Perusahaan tambang ini berhasil bangkit drastis.

Dari yang sebelumnya cuma cetak laba Rp300 miliar di semester I 2025, kini melonjak jadi Rp2,71 triliun atau naik 804,7%.

Disusul PT Pupuk Indonesia yang labanya tembus Rp8,51 triliun, naik 253% dari sebelumnya Rp2,41 triliun.

Di sektor semen, PT Semen Indonesia juga naik 196,5% jadi Rp193,46 miliar. Sementara PT Agrinas Palma Nusantara tumbuh 150% dengan laba Rp890 miliar.

Bank dan Logistik Ikut Solid
Sektor keuangan dan logistik juga tak mau kalah. PT Pegadaian naik 84,6% jadi Rp6,59 triliun.

PT Pelindo tumbuh 60,4% ke Rp2,57 triliun. PTPN IV PalmCo naik 54% jadi Rp3,23 triliun.

Bank BTN juga tumbuh 40,8% ke Rp2,40 triliun. Sementara raksasa Bank Mandiri tetap stabil dengan laba Rp30,41 triliun, naik 24,3%. PT Pertamina Geothermal Energy juga tumbuh 15,5% jadi US$79,61 juta.

Yang Rugi Kini Berbalik Untung
Yang paling mengejutkan, ada BUMN yang sebelumnya “sakit” kini sembuh. PT Krakatau Steel berbalik dari rugi Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 – 185 miliar.

Nasib sama dialami PT Kimia Farma. Dari rugi Rp135,61 miliar, kini sudah cetak laba Rp54,07 miliar.

Dua perusahaan ini selama ini jadi simbol persoalan struktural BUMN. Kini bisa balik untung, jadi bukti kalau reformasi di bawah Danantara bukan omong kosong.

Modal Kuat Jelang Tahun Kedua Prabowo
Dengan capaian ini, pemerintah punya modal kuat memasuki tahun kedua pemerintahan Prabowo. Konsolidasi ratusan BUMN di bawah satu payung Danantara, ditambah penegakan disiplin dan tata kelola, terbukti memberi hasil nyata.

Berikut perbandingan laba BUMN Semester I 2025 vs 2026:
– PT Timah: Rp300 miliar → Rp2,71 triliun | Naik 804,7%
– PT Pupuk Indonesia: Rp2,41 triliun → Rp8,51 triliun | Naik 253%
– PT Semen Indonesia: Rp65,24 miliar → Rp193,46 miliar | Naik 196,5%
– PT Agrinas Palma Nusantara: Rp356 miliar → Rp890 miliar | Naik 150%
– PT Pegadaian: Rp3,57 triliun → Rp6,59 triliun | Naik 84,6%
– PT Pelindo: Rp1,60 triliun → Rp2,57 triliun | Naik 60,4%
– PTPN IV PalmCo: Rp2,10 triliun → Rp3,23 triliun | Naik 54%
– BTN: Rp1,70 triliun → Rp2,40 triliun | Naik 40,8%
– Bank Mandiri: Rp24,46 triliun → Rp30,41 triliun | Naik 24,3%
– PT Pertamina Geothermal: US$68,93 juta → US$79,61 juta | Naik 15,5%

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *