Proyek Jalan Raya Cipayung Dikerjakan 120 Hari, Target Selesai 8 Desember 2026

Pelebaran Jalan Raya Cipayung

DEPOK- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan pelebaran Jalan Raya Cipayung. Ini merupakan kebijakan Wali Kota Depok terkait dengan adanya permintaan bukaan tol di kawasan Tanah Merah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro mengatakan, ada klausul yang harus dipenuhi dalam rangka pemenuhan bukaan tol di Cipayung, terutama terkait dengan kapasitas jalan dan kemampuan jalan.

“Jadi, ini memang dianggarkan lewat BTT untuk menyikapi nanti ada bukaan tol di Cipayung nanti,” katanya, Kamis (17/9/2026).

Pelebaran jalan dilakukan sepanjang 1,4 KM mulai dari jembatan H Muhidin hingga Jembatan Serong.

“Lebar variatif ya, 9 sampai 12 meter. Di ujung sana 12 meter, di sini cuma 9 ya. Kita ada penambahan sekitar 3 meter dari existing,” ujarnya.

Selama pengerjaan, akan dilakukan rekayasa lalulintas. Pihaknya sudah berkordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polres Metro Depok.

“Ya, kita sudah berkoordinasi dengan Dishub dan Polres terkait dengan, pemancangan ya. Karena mesin pancang ini lumayan menyita badan jalan. Tapi poinnya kita sudah berkoordinasi. Ini bukan tutup ya, mungkin bahasanya salah ya, buka-tutup. Jadi enggak tutup total, kita mungkin ada rekayasa yang dari utara ke selatan gantian dengan selatan ke utara,” tukasnya.

Pengerjaan tersebut ditargetkan selesai pada 8 Desember 2026 dengan masa kontrak kerja 120 hari. Saat ini pengerjaan sudah berlangsung 30 hari dan yang memakan waktu lama adalah menunggu produksi sheet pile-nya.

“Mulai besok kita makanya sudah coba rekayasa buka-tutup untuk pemasangan sheet pile. Mulai dari titik ini ya, titik yang belakang kita ini, nanti sampai dengan berangsur-angsur bertahap sampai dengan Jembatan Serong,” ungkapnya.

Yodi menuturkan akan tetap mempertahankan badan air. Namun mungkin akan ada sedikit penyesuaian.

“Kita akan coba diluruskan dari ujung sana sampai sini. Nanti terkait dengan sebelahnya nanti kita coba anggarkan DPT melalui, kita coba turap lah. Enggak mungkin kalau pakai sheet pile. Nanti, tapi bertahap ya. Kita fokus utama sekarang adalah perluasan badan jalan dan terkait dengan titik penahan tanahnya kita perkuat juga,” tambahnya.

Jalan tersebut nantinya sudah bisa digunakan awal tahun 2027. Namun perlu izin dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ).

“Insyaallah. Karena kemarin dari Badan Pengatur Jalan Tol ya, BPJT, itu mereka mau keluarkan izin prinsip itu sekitar bulan November ini lah. Mereka kerja 12 bulan, kita nanti sudah punya pintu tol di akhir tahun 2027 kita sudah punya pintu tol di Cipayung,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *