Ngga Sia-sia Jadi Lulusan PNJ, Belum Diwisuda Sudah Langsung Kerja

DEPOK- Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mewisuda 2.476 lulusan pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 persennya sudah langsung kerja sebelum menjalani proses wisuda. Hal itu menjadi capaian penting bagi PNJ memasukiusia ke-44 tahun.

Direktur PNJ, Syamsurizal mengatakan, dari tujuh jurusan yang ada di PNJ, sejumlah program studi menunjukkan tingkat penyerapan lulusan yang cukup tinggi sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.

“Salah satu keberhasilan yang kami rasakan dari Jurusan Teknik Elektro, 70 persen lulusan mereka sudah terserap oleh industri sebelum mereka bekerja,” kata Syamsurizal, Sabtu (19/9/2026).

Dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-44 sekaligus Wisuda Ke-42 Program Magister Terapan, Program Sarjana Terapan, dan Program Diploma yang digelar di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Celebrating Achievement, Creating Impact, Inspiring the Future through Character and Integrity”.

Syamsurizal menuturkan, secara keseluruhan sekitar 40 persen wisudawan PNJ tahun ini sudah bekerja. Menurutnya ini menjadi capaian penting PNJ karena lulusan telah mendapatkan kesempatan masuk ke dunia industri sebelum prosesi wisuda.

“Kalau secara keseluruhan, wisudawan yang hari ini diwisuda, 40 persen sudah bekerja. Itu salah satu yang membahagiakan kami,” ujarnya.

Syamsurizal menjabarkan, salah satu faktor yang mendorong penyerapan lulusan adalah pengalaman mahasiswa ketika mengikuti job training atau program magang.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mulai mengenal lingkungan kerja sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan perusahaan.

“Pada saat dilaksanakan job training atau magang, mereka sudah mulai beradaptasi dengan perusahaan. Jadi, ketika lulus, mereka langsung ditawarkan untuk bekerja,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pendekatan pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PBL) menjadi salah satu metode yang selama ini diandalkan PNJ untuk menghubungkan pembelajaran dengan kebutuhan industri.

Melalui metode tersebut, mahasiswa mengerjakan proyek yang dapat dikembangkan dan ditawarkan kepada industri.

Ketika proyek dinilai sesuai dengan kebutuhan perusahaan, mahasiswa memiliki peluang untuk langsung terjun ke dunia kerja.

“Salah satu yang menjadi andalan itu PBL. Mahasiswa membuat project dan akhirnya project itu mereka tawarkan ke industri. Ketika industri tertarik, anak-anak ini bisa langsung terjun ke tempat industri tersebut,” tukasnya.

Di sisi lain Syamsurizal berharap pada wisudawan yang belum mendapatkan pekerjaan agar segera menemukan lapangan kerja yang sesuai dengan kompetensi dan bidang ilmu yang dipelajari selama menempuh pendidikan di PNJ.

“Ya tentu bagi yang belum mendapat kesempatan bekerja, mereka sekarang akan mencari agar segera mendapat lapangan pekerjaan sesuai dengan bidang dan ilmu yang mereka miliki masing-masing,” harapnya.

Syamsurizal menyebut masa enam bulan setelah kelulusan menjadi salah satu indikator yang diperhatikan PNJ dalam melihat keberlanjutan lulusan.

Dalam periode tersebut, sebagian besar lulusan tercatat telah bekerja, melanjutkan studi, maupun memilih jalur kewirausahaan.

“Kepuasan kami selalu bahwa pada akhir enam bulan, rata-rata sudah hampir 98 persen lulusan kami bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha,” pungkasnya,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *