DEPOK– Tembok Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Tapos ambruk. Dua orang siswa terluka akibat tertimpa reruntuhan tembok. Korban langsung dibawa ke klinik terdekat untuk mendapat perawatan.
Kepala SDN Tapos 3, Arum Ika Susanti mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.27 WIB setelah kegiatan pembiasaan salat dhuha. Saat itu murid kelas III akan melakukan kegiatan olahraga.
Sambil menunggu guru olahraga mempersiapkan alat, para murid menunggu dan duduk di samping tembok. Tiba-tiba tembok ambruk dan menimpa siswa.
“Karena pergantian kegiatan, itu dari pembiasaan salat dhuha, mereka ada jam kegiatan belajar mengajar olahraga,” katanya, Jumat (9/10/2026).
Diduga usia tembok yang sudah tua membuat kondisi bangunan lapuk dan mudah roboh. Arum mengaku tidak tahu apa yang menjadi memicu tembok ambruk.
“Mungkin ada getaran atau angin atau apa, tiba-tiba roboh, karena memang mereka hanya duduk aja, enggak ada main, bercanda, atau gimana, enggak ada,” ujarnya.
Arum mengaku tidak tahu kapan tembok dibangun, namun diperkirakan sudah sejak tahun 1900-an. Kalaupun diperbaiki hanya parsial dengan sistem tambal sulam.
“Kayaknya sudah dari tahun 1900 sekian-sekian. Mungkin tambal sulam ya, kalau misalnya sini karena kelihatan kan yang sebelah sini apa bangunan yang ini terus ada lagi tambalan yang sebelah sini gitu. Jadi mungkin ada ininya tambal sulam,” ungkapnya.
Arum memastikan untuk kondisi kedua siswa yang tertimpa sudah ditangani dengan baik. Kedua korban pun sudah diperbolehkan pulang ke rumah.
“Tindakan sekolah langsung dibawa ke klinik terdekat, karena ada yang berdarah. Setelah diperiksa dokter Alhamdulillah lukanya tidak parah. Kita sudah informasikan ke orang tua dan Alhamdulillah dipahami bahwa tidak ada yang menginginkan musibah datang kepada siapapun,” pungkasnya.

