DEPOK24JAM— PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) mengumumkan pengunduran diri Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo dari jabatan Komisaris Utama. Surat pengunduran diri tersebut telah diterima manajemen pada 7 Oktober 2026.
Direktur Utama Perintis Triniti Properti, Ishak Chandra, menyampaikan bahwa pengunduran diri Rahayu Saraswati akan diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
“Sesuai dengan Pasal 27 POJK No. 33/POJK.04/2014 dan Anggaran Dasar Perseroan, pengunduran diri tersebut selanjutnya akan diputuskan dalam RUPSLB Perseroan,” ujar Ishak dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Manajemen TRIN memastikan pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Rahayu Saraswati Tetap Menjalankan Tugas Selama Masa Transisi
Meski telah mengajukan pengunduran diri, Rahayu Saraswati tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Komisaris Utama hingga pengunduran dirinya berlaku efektif sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran proses transisi kepemimpinan di perusahaan properti yang dikenal melalui merek Triniti Land atau TRINLAND tersebut.
Setelah pengunduran diri berlaku efektif, Rahayu tidak lagi menjadi bagian dari jajaran pengurus perseroan. Namun, ia tetap tercatat sebagai pemegang saham TRIN, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Manajemen juga menyatakan akan melanjutkan strategi pengembangan bangunan ramah lingkungan atau green building, penguatan perspektif perempuan di sektor properti, serta peningkatan kualitas desain yang selama ini menjadi bagian dari arah pengembangan perusahaan.
Profil Rahayu Saraswati Djojohadikusumo
Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo, yang akrab disapa Sara, lahir pada 27 Januari 1986. Ia merupakan putri pengusaha dan politikus Hashim Djojohadikusumo serta keponakan Presiden Prabowo Subianto.
Rahayu Saraswati juga berasal dari keluarga Djojohadikusumo yang memiliki rekam jejak panjang di dunia bisnis dan politik Indonesia. Kakeknya, Soemitro Djojohadikusumo, dikenal sebagai ekonom terkemuka, sedangkan kakek buyutnya, Raden Margono Djojohadikusumo, merupakan pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).
Di dunia politik, Sara pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Jawa Tengah IV. Saat itu, ia bertugas di Komisi VIII DPR hingga 2019.
Pada Pemilu 2019, ia gagal kembali ke parlemen. Namun, Sara tetap aktif dalam kegiatan politik dan kembali terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2024 dari daerah pemilihan Jakarta III, yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dan tercatat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra.
Pada September 2025, Sara sempat menyatakan mundur dari DPR setelah pernyataannya dalam sebuah podcast pada Februari 2025 dipotong dan menjadi viral pada Agustus 2025.
Namun, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memutuskan bahwa Rahayu Saraswati tetap menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kemudian mengonfirmasi pada 13 November 2025 bahwa Sara telah aktif kembali.
Di luar aktivitas politik, Rahayu Saraswati juga memiliki pengalaman di dunia korporasi. Ia tercatat menduduki posisi direktur dan komisaris di sejumlah perusahaan, antara lain PT Arsari Mandira Permai, PT Bima Sakti Bahari, PT Formosa Bag Indonesia, dan PT Mega Energi Biru Indonesia.
Ia juga tercatat sebagai penasihat di PT Tribhuwana Saraswati NITI Negara, PT Alpha JWC Indonesia atau Alpha JWC Ventures, serta PT Berdayakan Usaha Indonesia.
Perjalanan Rahayu Saraswati Menjadi Komisaris Utama TRIN
Rahayu Saraswati bergabung dengan PT Perintis Triniti Properti Tbk. pada akhir 2025. Melalui RUPSLB pada 2 Desember 2025, perseroan mengangkat Sara sebagai Komisaris Utama sekaligus mitra strategis atau strategic partner.
Dalam kerja sama tersebut, Rahayu berpeluang menerima pengalihan saham dari dua pemegang saham utama TRIN, yakni PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III), dengan porsi yang direncanakan mencapai 20% dan porsi awal sebesar 5%.
Kepemilikan saham Rahayu di TRIN tercatat melalui dua entitas, dengan total sekitar 227,5 juta saham atau setara 5% dari total saham perseroan. Kepemilikan tersebut berasal dari transaksi di pasar negosiasi pada 16 Desember 2025.
Dalam perkembangan berikutnya, salah satu entitas tersebut melepas sekitar 48,97 juta saham atau setara 1,08% secara bertahap selama periode Desember 2025 hingga Februari 2026. Transaksi itu menurunkan porsi hak suara entitas tersebut dari 4% menjadi sekitar 2,92%.
Masuknya Rahayu Saraswati ke jajaran manajemen dan rencana keterlibatannya sebagai investor strategis turut menjadi perhatian pelaku pasar. Saham TRIN tercatat melesat lebih dari 1.200% sepanjang 2025.
Meski demikian, pergerakan harga saham dipengaruhi berbagai faktor dan tidak dapat dikaitkan hanya dengan satu peristiwa.
Profil PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN)
PT Perintis Triniti Properti Tbk. merupakan perusahaan pengembang properti yang menggunakan merek dagang Triniti Land atau TRINLAND. Perseroan berkantor pusat di Brooklyn Premium Office, Alam Sutera, Tangerang Selatan.
Portofolio proyek perseroan mencakup Brooklyn, Springwood Residence, Yukata Suites, The Smith, Collins Boulevard, dan Marc’s Boulevard di Batam.
Dalam beberapa tahun terakhir, TRIN mengembangkan strategi bisnis dengan memperluas fokus ke segmen rumah tapak dan modern business park. Salah satu proyek andalannya adalah Sequoia Hills yang berlokasi di Sentul, Bogor.
Sepanjang 2024, TRIN membukukan marketing revenue sebesar Rp1,89 triliun. Sequoia Hills menyumbang sekitar 42% dari capaian tersebut, diikuti sejumlah proyek lain, termasuk Collins Boulevard dan Holdwell Business Park.
Sementara itu, hingga kuartal III/2025, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp31 miliar, meningkat 150% secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Sejak akhir 2025, TRIN juga menjalankan strategi diversifikasi bisnis dengan menjajaki pengembangan logistic park, pusat data atau data center, serta ultra-luxury hospitality. Diversifikasi tersebut diarahkan untuk memperluas sumber pendapatan berulang atau recurring income.
Perseroan selanjutnya akan menyampaikan keterbukaan informasi mengenai hasil RUPSLB paling lambat dua hari kerja setelah rapat diselenggarakan.

