DEPOK24JAM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan laba bersih Rp19,46 triliun sepanjang Januari–September 2026. Angka tersebut turun 1,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,84 triliun, meski pendapatan perusahaan masih tumbuh.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, pendapatan Telkom mencapai Rp113,50 triliun, naik 3,5% dari Rp109,62 triliun pada periode yang sama 2025. Namun, kenaikan pendapatan belum mampu mendorong pertumbuhan laba bersih.
BACA JUGA: Laba Bersih Bank JTrust Turun ke Rp80,2 Miliar di Semester I 2026
Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi meningkat menjadi Rp32,09 triliun dari Rp30,28 triliun. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp5,96 triliun dari Rp5 triliun.
Tekanan turut datang dari kerugian belum terealisasi atas perubahan nilai wajar investasi yang meningkat menjadi Rp1,66 triliun, dibandingkan Rp360 miliar pada tahun sebelumnya.
Laba usaha Telkom tercatat Rp28 triliun, turun tipis dari Rp28,24 triliun. Sementara itu, laba per saham turun menjadi Rp146,31 dari Rp151,73.
BACA JUGA: Laba Bersih Makmur Berkah Amanda (AMAN) Turun 27,95% di Semester I/2026
Dari sisi neraca, kas dan setara kas turun menjadi Rp33,63 triliun pada akhir September 2026, dari Rp34,23 triliun pada akhir 2025. Total ekuitas juga menyusut menjadi Rp140,46 triliun dari Rp150,54 triliun.
Telkom menghadapi peningkatan kewajiban pinjaman yang jatuh tempo dalam jangka pendek. Pinjaman bank jangka pendek naik menjadi Rp7,23 triliun dari Rp6,93 triliun, sedangkan bagian pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam setahun meningkat menjadi Rp21,68 triliun dari Rp17,75 triliun.
Arus kas operasi masih positif
Di tengah tekanan tersebut, Telkom masih membukukan arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp48,01 triliun. Meski demikian, jumlah itu turun sekitar 3,2% dibandingkan Rp49,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan dan laba usaha tetap besar
Telkom tetap mencatat pendapatan Rp113,50 triliun dan laba usaha Rp28 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan juga membukukan laba sebelum pajak Rp25,73 triliun, meningkat dari Rp25,49 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Laba komprehensif periode berjalan naik menjadi Rp20,50 triliun dari Rp20,16 triliun. Sementara itu, beban penyusutan dan amortisasi serta beban pegawai tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.



