JAKARTA – PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited yang diterbitkan ulang, emiten pertambangan dan perdagangan mineral ini membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp68,83 miliar.
Perolehan laba bersih tersebut didorong oleh penjualan bersih yang mencapai Rp1,58 triliun sepanjang semester I/2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan bisnis yang agresif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara rinci, kontribusi terbesar penjualan bersih SMGA pada paruh pertama 2026 masih didominasi oleh lini bisnis batu bara yang menyumbang Rp1,22 triliun. Sementara itu, perdagangan nikel memberikan kontribusi sebesar Rp284,29 miliar, disusul penjualan batu kapur senilai Rp66,72 miliar serta pasir dan segmen lainnya.
Seiring dengan kenaikan penjualan, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp1,45 triliun. Dengan demikian, perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp124,44 miliar.
Dari sisi neraca, total aset konsolidasian SMGA per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp952,15 miliar, meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang mencapai Rp934,95 miliar. Adapun total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp459,02 miliar.
Penerbitan kembali laporan keuangan konsolidasian audited per 30 Juni 2026 dilakukan oleh manajemen perseroan sebagai bagian dari langkah korporasi, khususnya terkait rencana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi I PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk Tahap I Tahun 2026.

