DEPOK24JAM— Emiten pengembang properti dan perhotelan PT Makmur Berkah Amanda Tbk. (AMAN) membukukan penurunan laba bersih sepanjang semester I/2026. Meski demikian, perseroan mencatatkan kenaikan tipis dari sisi pendapatan usaha.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit per 30 Juni 2026 yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), AMAN mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp29,22 miliar. Realisasi ini turun 27,95% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp40,56 miliar.
Seiring penurunan laba bersih, laba per saham dasar perseroan ikut terkoreksi dari Rp10,70 per saham menjadi Rp7,90 per saham.
Di sisi top line, pendapatan usaha AMAN tercatat tumbuh 5,19% YoY menjadi Rp132,17 miliar pada semester I/2026, dibandingkan dengan capaian semester I/2025 yang sebesar Rp125,65 miliar.
Kendati pendapatan meningkat, beban pokok penjualan dan pendapatan AMAN mengalami membengkak 17,71% YoY dari Rp45,66 miliar menjadi Rp53,75 miliar. Walhasil, laba bruto terkoreksi 1,96% YoY dari Rp79,99 miliar menjadi Rp78,43 miliar.
Tekanan pada laba bersih kian terasa akibat lonjakan beban umum dan administrasi sebesar 32,00% YoY menjadi Rp29,84 miliar, serta kenaikan beban penjualan menjadi Rp5,71 miliar dari sebelumnya Rp5,13 miliar. Selain itu, beban bunga dan keuangan membengkak 16,21% YoY dari Rp6,82 miliar menjadi Rp7,92 miliar.
Setelah dikurangi pendapatan keuangan Rp78,44 juta dan pendapatan lainnya Rp358,16 juta, AMAN mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp35,37 miliar, turun 22,96% YoY dari Rp45,91 miliar. Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp4,75 miliar, laba periode berjalan yang dapat didistribusikan tercatat sebesar Rp30,61 miliar.
Rasio Keuangan & Indikator Kinerja
Secara profitabilitas, margin laba kotor (gross profit margin/GPM) AMAN berada di level 59,34% (turun dari 63,66% pada S1/2025). Margin laba bersih (net profit margin/NPM) tercatat sebesar 22,11%, turun dari 32,28% pada periode sama tahun lalu.
Berdasarkan posisi per 30 Juni 2026:
-
Return on Assets (ROA): ~1,94% (diukur dari laba bersih terhadap total aset)
-
Return on Equity (ROE): ~3,44% (diukur dari laba bersih terhadap total ekuitas pemilik induk)
-
EBITDA: Terhitung sekitar Rp51,37 miliar (laba sebelum pajak ditambah beban bunga Rp7,92 miliar dan estimasi depresiasi/amortisasi Rp8,08 miliar).
Posisi Keuangan & Aset
Per 30 Juni 2026, total aset AMAN tercatat naik 1,70% menjadi Rp1,50 triliun dari posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp1,48 triliun.
Aset lancar naik menjadi Rp782,51 miliar, ditopang oleh kenaikan kas dan setara kas menjadi Rp34,63 miliar (naik dari Rp25,38 miliar per 31 Desember 2025) serta persediaan lancar senilai Rp363,52 miliar. Sementara itu, aset tidak lancar tercatat sebesar Rp720,69 miliar, yang didominasi aset tetap senilai Rp386,08 miliar dan properti investasi senilai Rp309,73 miliar.
Di sisi lain, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp647,24 miliar per 30 Juni 2026, sedikit menyusut dari Rp652,70 miliar pada akhir 2025. Liabilitas jangka pendek berada di level Rp357,57 miliar (termasuk pendapatan diterima dimuka jangka pendek Rp214,12 miliar), sedangkan liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp289,66 miliar.
Total ekuitas perseroan menguat 3,71% menjadi Rp855,97 miliar dibandingkan akhir tahun 2025 sebesar Rp825,36 miliar, didorong oleh peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya menjadi Rp361,79 miliar.
Manajemen perseroan menyatakan bahwa kinerja operasional dan finansial selama enam bulan pertama tahun 2026 tetap mengacu pada upaya optimalisasi pengelolaan aset properti dan real estat serta penataan efisiensi biaya usaha.
Disclaimer: Berita ini disusun berdasarkan Laporan Keuangan Interim PT Makmur Berkah Amanda Tbk. (AMAN) Periode 6 Bulan yang Berakhir Pada 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia. Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

