CILEGON – Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak terbakar di alur masuk penyeberangan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa sore (20/10/2026). Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Kapal rute Bakauheni–Merak itu mengangkut 420 penumpang, yakni 393 orang di dalam kendaraan dan 27 pejalan kaki, serta 89 unit kendaraan. Tidak ada korban meninggal dunia, sementara penumpang yang mengalami luka mendapatkan perawatan medis.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan ASDP, kapal bertolak dari Bakauheni pukul 14.32 WIB. Sekitar pukul 16.15 WIB, terdeteksi percikan api di buritan kapal, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk kendaraan kecil, ketika kapal berada di sekitar Pulau Merak Besar dan tengah melakukan olah gerak menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak.
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam pekat yang terlihat dari area pelabuhan. Rekaman itu juga menunjukkan penumpang mengenakan jaket pelampung oranye dan mengantre untuk turun dari kapal yang dipenuhi asap. Seluruh penumpang dan awak kapal tuntas dievakuasi pada pukul 17.05 WIB.
View this post on Instagram
Evakuasi dan Pemadaman
Proses penanganan melibatkan banyak unsur. Sejumlah kapal tunda dikerahkan, antara lain TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, dan TB Gunung Santri, ditambah KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta kapal Bea Cukai BC 9006, bersama petugas gabungan dari pelabuhan, Basarnas, dan kepolisian. Tim BPBD, Ditpolairud Polda Banten, dan nelayan setempat juga turut membantu penyelamatan penumpang.
Untuk penumpang yang selamat, ASDP menyiapkan bus dan minibus guna mengantar mereka ke rumah masing-masing atau melanjutkan perjalanan, mengingat penanganan berlangsung hingga malam. Kepolisian juga membuka posko kehilangan, sementara soal kondisi kendaraan di geladak dan kemungkinan klaim asuransi masih dikoordinasikan dengan otoritas pelabuhan.
ASDP Sampaikan Permohonan Maaf
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa dan pihak yang terdampak. Ia menegaskan bahwa “prioritas utama kami adalah memastikan seluruh pihak yang berada di kapal” dalam kondisi aman dan tertangani.
Untuk menjaga kelancaran layanan, ASDP mengalihkan penyeberangan Merak–Bakauheni melalui Dermaga Express 2. Masyarakat yang membutuhkan informasi dapat menghubungi Contact Center ASDP 191.
Menhub: Tunggu Hasil Investigasi KNKT
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinan pemerintah dan menyatakan penyebab kebakaran tengah diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kepolisian. Ia meminta publik tidak berspekulasi. “Kita serahkan proses investigasi kepada pihak yang berwenang,” ujarnya.
Dudy juga menekankan bahwa keselamatan pelayaran tidak cukup dipandang sebagai urusan administratif, melainkan harus diwujudkan lewat kepatuhan pada standar, kesiapan kapal dan awak, serta prosedur keselamatan yang dijalankan konsisten.
Profil KMP Batumandi
KMP Batumandi termasuk kapal terbesar milik ASDP, dengan bobot sekitar 5.556 GRT, panjang 109,4 meter, dan lebar 19,6 meter. Kapal Ro-Ro ini berkecepatan maksimum 15 knot, mampu menampung 626 penumpang dan sekitar 130 kendaraan, serta merupakan produksi galangan kapal nasional.
Rentetan Kebakaran Kapal di 2026
Insiden ini menambah panjang daftar kebakaran kapal penyeberangan tahun ini. Pada Juni lalu, ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 terbakar saat sandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Awal Agustus 2026, KMP Mutiara Sentosa II terbakar di perairan Sumenep, dan sekitar sepuluh hari kemudian giliran KMP Putri Yasmin di perairan Lombok.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran KMP Batumandi masih dalam penyelidikan.

