Polisi Ungkap Alur Penyelundupan Sabu ke Rutan Depok, Disisipkan dalam Deodoran dan Diambil Petugas

Kasat Narkoba Polres Metro Depok, Kompol Sutirto

DEPOK– Polisi ungkap bagaimana alur narkoba bisa masuk ke dalam area Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Depok.

Ternyata dibalik mulusnya narkoba jenis sabu itu masuk ke rutan, ada peran orang dalam (ordal) yang menyelundupkan.

Kasat Narkoba Polres Metro Depok, Kompol Sutirto mengatakan, ada peranan oknum petugas rutan yang menyelundupkan sabu ke dalam.

Oknum tersebut adalah S yang berperan membawa paket yang diterima di pos penjagaan ke dalam rutan.

“Barang tersebut diperoleh dari R. Setelah dipesan, R mengirimkannya menggunakan jasa ojek menuju rutan. Identitas pengemudi ojek tersebut belum diketahui,” katanya, Selasa (6/10/2026).

Diungkapkan Sutirto bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari dua warga binaan berinisial AA dan SW. Keduanya mengakui menggunakan narkoba.

“Kami melakukan pemeriksaan terhadap AA dan SW. Dari keterangan keduanya, mereka mengakui menggunakan barang terlarang tersebut,” ungkapnya.

Kedua warga binaan itu memesan narkoba dari seseorang berinisial R. Kemudian barang tersebut dikirim melalui ojek online dan disisipkan dalam paket berkedok sabun dan deodoran.

Pesanan tersebut dikirim ke Rutan Depok dan diambil oleh S.

“AA kemudian berhubungan dengan oknum petugas berinisial S. Petugas tersebut mengambil paket dan membawanya masuk ke dalam rutan,” ujarnya.

Ternyata barang terlarang itu sudah tiga kali masuk ke dalam rutan. Pertama dipesan pada 29 Agustus, kemudian kedua pada 22 September dan terakhir pada 29 September 2026.

Tiap kali barang dikirim, S yang mengantar barang pada pemesan. S menerima imbalan Rp 1 juta untuk sekali menyelundupkan barang haram itu ke dalam rutan.

“Oknum tersebut mengaku menerima kompensasi dari warga binaan. Nilainya Rp1 juta untuk setiap kali mengantarkan barang tersebut ke dalam rutan,” tukasnya.

Sutirto menuturkan belum mengetahui pasti berapa total berat sabu yang sudah masuk ke dalam rutan. Karena barang-barang tersebut telah habis dipakai.

“Barang tersebut sudah habis digunakan sehingga kami belum bisa memastikan berapa jumlah keseluruhan yang dibeli dalam tiga kali pengiriman. Berdasarkan keterangan warga binaan, barangnya dikemas dalam plastik putih, tetapi jumlah gramnya tidak diketahui,” ungkapnya.

Dia membeberkan, lokasi kejadian yang digunakan untuk tempat pesta dugem dan narkoba pun sudah rusak.

Saat petugas mendatangi lokasi, kondisinya sudah tidak sama seperti yang beredar di sosial media.

“Ternyata setelah kami cek, kondisi tempat tersebut sudah rusak dan tidak seperti kondisi awal yang terlihat dalam video yang beredar” ucapnya.

Pihaknya telah melakukan tes urine terhadap AA serta SW dan hasil keduanya dinyatakan positif.

Sedangkan terhadap dua oknum petugas rutan juga diperiksa dengan hasil negatif.

“Yang menggunakan adalah dua warga binaan tersebut dan hasil pemeriksaan urine keduanya positif. Untuk petugas, hasil pemeriksaan urine semuanya negatif,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *