DEPOK– Gelaran Depok Night Run Ramadan atau balap lari malam saat Ramadan di Kota Depok mulai digelar, salah satunya di kawasan Limo.
Pada Jumat (6/3) malam, ratusan pemuda memadati akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo. Lomba balap lari malam hari ini resmi digelar dengan pengawasan aparat kepolisian.
Kegiatan ini menjadi alternatif positif bagi generasi muda yang sebelumnya kerap melakukan balap lari secara liar di jalanan selama bulan suci Ramadan.
Ajang ini difasilitasi Pemkot Depok, Polres Metro Depok, beserta dukungan dari komunitas lari.
Sebelum dimulai, peserta mulai berdatangan ke lokasi untuk mempersiapkan diri mengikuti perlombaan.
Kapolsek Cinere, Chairul Saleh mengatakan, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Menurutnya, ini hasil kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat mampu menciptakan ruang aktivitas yang aman dan tertib bagi anak muda.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai sebuah inovasi. Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi. Kolaborasi antara kepolisian dan aparatur pemerintah daerah berjalan baik sehingga harapan masyarakat bisa difasilitasi dengan kegiatan yang positif,” katanya, Sabtu (7/3/2026).
Lomba balap lari Ramadan semalam berjalan dengan aman dan tertib meskipun jumlah peserta dan penonton cukup banyak.
“Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Situasi tetap aman meskipun tadi cukup padat dan meriah. Para peserta dan masyarakat juga menyampaikan terima kasih karena kegiatan ini difasilitasi secara resmi,” ujarnya.
Chairul menjelaskan bahwa para pemenang dari kegiatan ini nantinya akan diseleksi untuk mengikuti kompetisi tingkat Kota Depok.
Dalam perlombaan tersebut terdapat tiga kategori juara, namun hanya peringkat pertama dan kedua yang akan mewakili wilayah untuk bertanding di tingkat kota.
“Nantinya akan ada seleksi di tingkat kota. Kami menyiapkan tiga kategori juara, yaitu juara satu, dua, dan tiga. Namun yang akan mewakili ke tingkat kota adalah juara satu dan dua. Mereka akan dipersiapkan lebih lanjut agar dapat bersaing dengan peserta dari wilayah lain,” tukasnya.
Setelah proses penjaringan peserta selesai, pihak penyelenggara akan menggelar pertemuan teknis guna mempersiapkan para peserta yang lolos.
“Dalam pertemuan itu kami akan berdiskusi mengenai persiapan, pola latihan, serta dukungan yang bisa diberikan agar mereka siap bertanding di tingkat kota,” tambahnya.
Sementara itu, panitia penyelenggara, Reza mengatakan, senang lomba tersebut bisa digelar. Lomba tersebut mendapat dukungan tersebut memberikan ruang bagi anak muda untuk menyalurkan hobi secara lebih tertib dan tidak mengganggu masyarakat.
“Alhamdulillah kegiatan ini mendapat dukungan dari kepolisian dan pemerintah. Dengan adanya fasilitas seperti ini, kegiatan balap lari bisa berjalan tertib dan tidak merugikan masyarakat lain,” katanya.
Reza menuturkan, sebelumnya balap lari sering dilakukan secara liar di jalanan sehingga kerap mendapat penertiban dari aparat.
Dengan adanya wadah resmi, para pemuda kini memiliki tempat untuk menyalurkan aktivitas tersebut secara positif.
“Dulu kegiatan ini sering dilakukan secara liar di jalan. Karena itu kami sering ditertibkan oleh polisi. Sekarang kami justru diberikan fasilitas untuk menyelenggarakan kegiatan ini secara resmi, sehingga kami sangat berterima kasih,” ujarnya.
Dia berharap ke depan pemerintah dapat menyediakan jalur khusus untuk kegiatan balap lari agar aktivitas tersebut bisa terus berkembang sebagai olahraga yang diminati anak muda.
“Harapan kami ke depan, khususnya di wilayah Cinere dan Limo, bisa disediakan jalur resmi untuk balap lari. Dengan begitu kegiatan ini bisa lebih teratur dan menjadi wadah olahraga bagi generasi muda,” pungkasnya.

