pasar tradisional

Pasar Tradisional Bakal Dibangun di Sawangan Buat Manjakan Warga

17

DEPOK- Pasar tradisional baru rencananya akan dibangun di lahan kosong yang berlokasi di wilayah Sawangan Permai oleh Pemerintah Kota Depok. Pembangunan tersebut diusulkan karena kebutuhan warga Sawangan yang agak kesulitan karena jarak yang jauh ketika hendak berbelanja.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan kepastian pembangunan pasar tersebut diwujudkan dengan merancang Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang direncanakan untuk tahun anggaran 2020.

Pengajuan DIPA telah dilakukan, tinggal menunggu pengesahan dari pihak DPRD Provinsi Jawabarat. Adapun, lahan yang digunakan sebagai pasar tersebut yaitu Sub Terminal Angkutan Kita (Angkot).

“Pasar tradisional itu akan dibangun di lokasi yang selama ini dijadikan terminal angkot atau tepatnya di Sawangan Permai,” ucap Idris, Selasa 5 November 2019.

Proses pembangunan akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang yang diprediksi rampung tahun 2021. Luas lahan pasar tradisional tersebut diperkirakan kurang lebih satu hektare.

“Nilai pembangunan mencapai Rp11 Miliar, yang merupakan bantuan dari Provinsi Jawabarat,” bebernya.

Sebagai tahapan awal, Pemerintah Kota Depok sudah mulai melakukan penertiban melalui Satuan Polisi Pamong Praja terhadap sejumlah bangunan liar yang biasa digunakan untuk berdagang di seputar sub terminal.

“Ini dimaksudkan agar saat lahan siap dibangun, tidak timbul masalah lagi terutama terkait penertiban lapak jualan yang berdiri tanpa izin,” bebernya.

Sementara itu, rencana pembangunan pasar tradisional itu disambut baik oleh warga sekitar Sawangan Permai. Mereka, menuturkan tempat belanja memang sangat dibutuhkan terutama bagi Ibu-Ibu rumah tangga.

“Memang, kami sudah lama mengajukan perihal pasar tradisional ini,” ucap Sumiati, warga Pasir Putih, Sawangan Depok.

Sumiati menuturkan selama ini bagi warga Sawangan, Bojongsari, Parung Bingung, Bedahan, pasir Putih dan lainnya bila hendak berbelanja harus menempuh jarak yang cukup jauh.

“Saya dan teman-teman sesama Ibu rumah tangga, biasa ke pasar Parung atau Kemiri Muka. Itu kan cukup jauh ongkosnya juga lumayan kalau ada Pasar Tradisional disini kan lumayan tidak perlu jauh-jauh lagi,” pungkasnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lebih Tahu Depok