Komplotan Ranmor di Rawakalong Dicokok, Tiga Bulan Pelaku Gasak 16 Motor

komplotan ranmor Rawakalong diamankan

DEPOK- Komplotan pelaku spesialis pencuri kendaraan bermotor (curanmor) dicokok jajaran Polsek Cinere. Mereka adalah pelaku yang selama ini mengumpat di sebuah rumah kontrakan di Rawakalong, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok. Para pelaku adalah HDP (32), RF (21) dan MRA (23).

Ketiganya sudah beraksi selama tiga bulan dan menggasak hingga 16 unit motor di sejumlah lokasi. Antara lain di sepanjang Jalan Limo, sepanjang Jalan Grogol, Meruyung, Pancoranmas dan tembus Gandul hingga ke arah Pondok Labu, Jakarta Selatan. Dari tangan ketiganya disita Sembilan unit motor.

Dalam beraksi, komplotan ini sangat lihai karena hanya perlu waktu tiga detik untuk menggasak satu unit motor. Yang disasar adalah motor yang diparkir tanpa kunci pengaman tambahan.

Kapolsek Cinere, AKP Pesta Hasiholan mengatakan, mereka menggunakan kunci letter T saat aksi. Sasarannya adalah motor Hond Beat dengan kunci manual.

“Mereka mengambil kasat mata dilihat itu ada motor, langsung hitungan detik kurang lebih sekitar 2-3 detik dengan menggunakan kunci letter T, langsung mereka berhasil membawa motor yang ditargetkan mereka,” katanya, Rabu (11/6/2025).

Para pelaku memiliki peran masing-masing. RFA bertugas memantau situasi, HDP sebagai otak komplotan ini dan RF sebagai eksekutor. Detik pertama, pelaku memasukkan kunci letter T ke stop kontak motor, detik kedua diputar ke kanan sebanyak dua kali dan detik ketiga motor langsung dibawa pelaku. Dalam satu hari komplotan ini bisa beraksi di tiga lokasi berbeda.

“Jadi hanya perlu 2 sampai 3 detik dalam sekali aksi. Dan satu hari bisa sampai 2 dan 3 kali (aksi),” ujarnya.

Dari belasan motor yang dicuri, komplotan ini sengaja mengincar motor Honda Beat karena jenis ini paling mudah dicuri. Dengan menggunakan kunci letter T, pelaku dalam tiga detik langsung menggondol motor dengan mudah.

“Spesialis mereka di Beat ya dan itu yang (kunic) manual, bukan yang pakai remote. Kalau pakai remote dia menggunakan letter T itu bisa, namun tidak bisa di starter karena itu harus membuka jaringan kabel, sehingga bisa menggunakan atau memakan waktu. Jadi yang (kunci) manual ini dia menggunakan letter T itu bisa dua sampai tiga detik, diputar sekali saja udah setrumnya sudah nyambung semua. Dan motornya ringan dan simple untuk membawanya,” ungkapnya.

HDP dan dua rekannya baru tiga bulan beraksi namun sudah menggasak hingga 16 motor. Mereka mengaku belajar mencongkel motor yang dicuri lewat tayangan sosial media.

“Jadi memang mereka kan sudah berpengalaman sebanyak 16 kali dia melakukan perbuatan itu. Satu hari bisa mencapai 3 unit. Mereka itu belajar itu dari berbagai macam cara Youtube juga ada. Dan banyak di media juga teknik-tekniknya, makanya disini mereka juga melakukan perbuatan tersebut tidak langsung sekali melakukan, namun mereka belajar dari kawan-kawan terdahulu yang sudah masuk (penjara),” tukasnya.

Berdasarkan  pengakuan pelaku, mereka beraksi sejak April hingga Juni sudah mencuri sekitar 16 motor dan hanya membutuhkan waktu 3 detik untuk membawa kabur kendaraan korbannya.

“Karena dia mengambil kasat mata dilihat itu ada motor, langsung hitungan detik kurang lebih sekitar 2-3 detik dengan menggunakan kunci letter T, langsung mereka berhasil membawa motor yang ditargetkan mereka. Dan satu hari bisa sampai 2 dan 3 kali (mencuri). Anggota kami masih mendalami 7 motor yang lainnya,” jelasnya.

Kapolsek menuturkan, komplotan ini beraksi di Jalan Raya Limo, Grogol, Meruyung, Pancoran Mas, Gandul hingga Pondok Labu, Jakarta Selatan. Mereka biasa aksi di jam Ketika warga beribadah. Yaitu antara pukul 18.15 WIB, 18.30 WIB dan 22.00 WIB. Saat ini ketiga pelaku diamankan di polsek. Para pelaku diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

“Ancaman hukumnya 5 tahun penjara,” tukasnya.

Sementara itu, motor yang ada di Polsek Cinere kemudian dikembalikan kepada pemiliknya. Syaratnya dengan membawa bukti kepemilikan. Pihaknya masih terus mendalami kasus ini karena masih ada tujuh motor yang belum diamankan dari komplotan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *