DEPOK- Ada yang berbeda saat perayaan Natal di Kota Depok tahun ini. Wali Kota Depok Supian Suri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung pelaksanaan ibadah Misa di sejumlah gereja.
Antara lain Antara lain Gereja Katolik Paroki Santo Thomas dan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Gideon yang berada di area Korps Brimob Kelapa Dua.
Setelah itu Forkopimda menuju GPIB Pancaran Kasih Cilodong, Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Pancoran Mas, GBI Kamboja Pancoran Mas, dan berakhir di Gereja Katolik Santo Herkulanus Pancoran Mas.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Depok Supian Suri terlihat menyapa pendeta di gereja yang dikunjunginya. Bahkan Supian juga berbincang dengan jemaat usai ibadah Misa.
“Pak Supian ya? Terima kasih sudah mengunjungi kami,” kata salah satu jemaat gereja.
Supian juga terlihat memberikan karangan bunga untuk pendeta. Dia pun tidak sungkan mengucapkan Hari Natal pada warganya yang merayakan.
“Selamat Natal,” ucap Supian Suri kepada seorang Romo di Gereja Santo Thomas.
Ucapan tersebut pun disambut baik oleh Romo di Gereja Santo Thomas.
“Terimakasih Bapak atas perhatiannya,” ucap Romo tersebut.
Natal Pertama di Balai Kota Depok

Suasana berbeda juga terasa karena tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengizinkan perayaan Natal di Balai Kota Depok. Dalam kesempatan tersebut, Supian juga terlihat hadir.
Dia mengatakan, kegiatan ini bukan hanya menjadi momentum perayaan keagamaan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Ditegaskan, persatuan dan rasa saling menghormati menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan, baik di tengah masyarakat maupun di lingkungan birokrat.
“Saya menyambut baik dan bergembira atas inisiatif teman-teman ASN, khususnya yang beragama Kristen, Protestan, dan Katolik. Kegiatan ini menjadi penyemangat untuk merayakan Natal sekaligus memperkuat semangat melayani masyarakat Kota Depok,” katanya.
Dia menuturkan, Kota Depok merupakan rumah bersama bagi seluruh warga. Oleh karena itu, persatuan dan rasa saling menghormati menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan, baik di tengah masyarakat maupun di lingkungan birokrasi.
“Depok adalah milik kita semua. Kita adalah satu keluarga besar yang tinggal di rumah yang sama. Rumah ini harus kita jaga bersama, dan selama masih diberi kesempatan, mari kita berikan yang terbaik dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

