Karyawan Hotel Bumi Wiyata Kembali Turun ke Jalan Tuntut Pembayaran Gaji

Karyawan Hotel Bumi Wiyata demo ke jalan

DEPOK– Puluhan karyawan Hotel Bumi Wiyata di Jalan Margonda Raya kembali turun ke jalan. Mereka menuntut hak yang belum dibayarkan.

Ada sekitar 104 karyawan di berbagai level hotel tersebut yang gajinya belum dibayarkan. Mereka sudah berkali-kali menyuarakan aspirasi pada manajemen namun tidak mendapatkan solusi.

Karena tidak ada kesepakatan, karyawan pun kembali melakukan aksi turun ke jalan. Mereka berorasi di depan pintu masuk Hotel Bumi Wiyata.

Ketua Pengurus Komisariat (PK) FSB KAMIPARHO Hotel Bumi Wiyata, PT Bumi Putera Wisata, Muhamad Soleh, mengatakan tuntutan mereka adalah meminta hak yang sudah 7 bulan belum dibayarkan. Selain itu juga meminta penyesuaian upah tahun 2026 sesuai dengan SK Gubernur Jawa Barat tahun 2025 yang belum dilaksanakan oleh manajemen.

“7 bulan itu di bulan Maret 2025, terus April 2025, Februari 2026, Maret 2026, April 2026, Mei 2026, dan Juni 2026 dan sekarang sudah memasuki Juli, Juli pun itu belum ada tanda-tanda. Belum ada tanda-tanda hak kami akan diberikan dan mungkin akan bertambah lagi,” katanya, Selasa (14/7/2026).

Mereka sudah berupaya negosiasi dan mencari solusi bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan ini jangan sampai berlarut-larut. Namun mereka heran kenapa manajemen masih belum menyelesaikan kewajiban pada karyawan.

“Tolong perbaiki kinerja atau manajemen ini untuk lebih baik, untuk peningkatan revenue-nya bagaimana agar bulan berjalan ini dibayarkan sesuai dengan ketentuan, gitu loh. Tapi kenyataannya memang suara kita, aspirasi kita, usulan-usulan kita tidak tidak pernah dilaksanakan oleh manajemen, tidak pernah didengarkan oleh manajemen,” ucapnya kesal.

Selain 104 karyawan aktif, ada juga sejumlah karyawan yang sudah pensiun namun belum dibayarkan haknya oleh perusahaan. Mereka terdiri dari berbagai jenjang di hotel tersebut.

“​Terdampak ini ada 104 orang yang terdampak. ​Itu semua level dan ini juga itu belum termasuk mereka yang sudah purna. Yang purna aja mungkin sekitar 10 sampai 15 orang lah,” ujarnya.

Diperkirakan total tunggakan perusahaan yang harus dibayarkan ke karyawan sebesar Rp 4 miliar. Kendati belum membayar gaji, namun pihak manajemen tetap meminta agar aktivitas hotel tetap berjalan.

“Jadi kemarin kita sudah minta data dari manajemen itu sekitar kurang lebih Rp 4 miliar untuk seluruh tunggakan. Iya, hotel masih tetap berjalan karena itu permintaan dari manajemen. Jadi, kita dipaksakan untuk hotel ini tetap berjalan, gitu. Tapi tidak ada upaya atau langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh pihak manajemen untuk mengatasi kebutuhan operasional, tidak ada upaya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *