DEPOK24JAM– Angka pernikahan di Indonesia dilaporkan terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini menjadi perhatian para akademisi, termasuk peneliti dari IPB University yang mengungkap sejumlah faktor penyebab di balik tren tersebut.
Peneliti dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Risda Rizkillah, menjelaskan bahwa perubahan prioritas generasi muda menjadi salah satu faktor utama. Saat ini, banyak anak muda yang tidak lagi memandang pernikahan sebagai simbol prestise atau pencapaian hidup utama.
Menurutnya, generasi muda cenderung memilih menunda pernikahan untuk mengejar pendidikan, pengembangan diri, serta membangun karier terlebih dahulu. Selain itu, kondisi ekonomi juga menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan untuk menikah.
“Tingginya biaya hidup, kesulitan finansial, serta ketidakstabilan pekerjaan membuat banyak orang merasa belum siap secara ekonomi untuk membangun rumah tangga,” jelasnya.
Risda juga menyoroti pengaruh perubahan norma sosial dalam masyarakat. Di era modern, gaya hidup yang menekankan kebebasan individu, pengalaman pribadi, hingga mobilitas tinggi membuat sebagian orang lebih memprioritaskan karier, hobi, atau perjalanan dibandingkan membangun keluarga.
Selain itu, perkembangan teknologi dan tren kencan digital turut memunculkan fenomena yang disebut “paradox of choice”. Kondisi ini menggambarkan situasi ketika seseorang memiliki terlalu banyak pilihan pasangan sehingga justru semakin sulit untuk berkomitmen dalam hubungan serius.
Tidak hanya itu, maraknya konten di media sosial yang menggambarkan sisi negatif pernikahan—seperti narasi “marriage is scary”—juga dinilai memengaruhi persepsi generasi muda terhadap pernikahan.
Para pakar menilai jika tren ini terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan pada kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga pada struktur demografi dan ketahanan keluarga di masa depan. Karena itu, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesiapan generasi muda dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.

