DEPOK24JAM.com – Belakangan ini beredar konten di media sosial yang mengklaim bahwa parasetamol dapat menyuburkan tanaman, terutama tanaman cabai. Namun, benarkah klaim tersebut?
Penanggung jawab Klinik Tanaman Fakultas Pertanian IPB University, Dr. Efi Toding Tondok, menegaskan bahwa penggunaan parasetamol untuk tanaman tidak disarankan karena belum memiliki dasar ilmiah dan justru berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa parasetamol dibutuhkan tanaman atau mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman.
Apakah Parasetamol Bisa Menyuburkan Tanaman?
Jawabannya, belum terbukti secara ilmiah.
Dr. Efi menjelaskan bahwa parasetamol merupakan obat yang dirancang khusus untuk kesehatan manusia, bukan untuk pertanian. Karena itu, efektivitas maupun keamanannya terhadap tanaman belum pernah dibuktikan melalui penelitian.
“Parasetamol dibuat khusus untuk kesehatan manusia dan belum ada penelitian maupun data sama sekali yang membuktikan bahwa kandungan parasetamol dibutuhkan oleh tumbuhan atau bisa menyuburkan tanaman khususnya cabai,” ungkapnya.
Selain tidak terbukti manfaatnya, penggunaan parasetamol pada tanaman juga dinilai tidak efisien karena harganya jauh lebih mahal dibanding pupuk yang memang diformulasikan khusus untuk tanaman.
Mengapa Parasetamol Tidak Dianjurkan untuk Tanaman?
Menurut Dr. Efi, obat-obatan manusia memiliki komposisi, dosis, dan tujuan penggunaan yang berbeda dengan kebutuhan tumbuhan.
Penggunaan obat manusia pada tanaman berisiko menimbulkan berbagai dampak yang belum diketahui dalam jangka panjang.
“Parasetamol itu dibuat untuk kesehatan manusia, jadi belum ada penelitian yang dilakukan terhadap tumbuhan. Jadi, tidak disarankan penggunaannya pada tanaman. Kalau dikatakan menyuburkan tanaman, menggunakan pupuk khusus tanaman akan lebih baik, bisa pakai pupuk kandang,” jelasnya.
Apa Risiko Menggunakan Parasetamol pada Tanaman?
Dr. Efi mengingatkan bahwa penggunaan parasetamol secara luas di lahan pertanian berpotensi memunculkan dampak lingkungan yang serius.
Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:
- Membunuh organisme yang bermanfaat di dalam tanah.
- Mengganggu keseimbangan ekosistem.
- Memicu resistensi mikroorganisme terhadap obat.
- Berpotensi menimbulkan dampak yang hingga kini belum diketahui karena belum pernah diteliti secara menyeluruh.
Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat menjadi masalah baru bagi lingkungan maupun kesehatan manusia di masa mendatang.
“Kalau dipergunakan untuk tumbuhan, apalagi dalam area yang luas, bisa menimbulkan dampak yang belum kita ketahui. Misalnya membuat organisme-organisme tertentu mati atau menyebabkan resistensi terhadap obat-obat yang malah menjadikan mikroorganisme itu resisten terhadap obat,” tegasnya.
Apakah Ada Kandungan Obat yang Dibutuhkan Tanaman?
Dr. Efi menjelaskan bahwa memang terdapat beberapa senyawa seperti asam salisilat yang juga dikenal memiliki peran dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres.
Namun, hal tersebut bukan berarti seluruh obat manusia aman digunakan pada tanaman.
Formula obat manusia memiliki tingkat kemurnian tinggi, dibuat untuk kebutuhan medis, serta tidak dirancang sebagai pupuk atau nutrisi tanaman.
Apa Pupuk yang Lebih Baik untuk Tanaman?
Daripada menggunakan parasetamol, masyarakat disarankan memakai pupuk yang memang diformulasikan khusus untuk tanaman.
Beberapa pilihan yang lebih aman antara lain:
- Pupuk kandang.
- Pupuk kompos.
- Pupuk organik.
- Pupuk sesuai kebutuhan jenis tanaman.
Produk-produk tersebut telah melalui penelitian sehingga lebih aman bagi tanaman, lingkungan, maupun konsumen hasil panen.
Alternatif Pupuk Murah dari Rumah
Untuk tanaman hias atau tanaman dalam pot di rumah, Dr. Efi menyarankan memanfaatkan bahan-bahan rumah tangga yang mudah diperoleh.
Salah satunya adalah air cucian beras, yang mengandung nutrisi alami dan dapat dimanfaatkan sebagai tambahan unsur hara bagi tanaman.
“Bila untuk tanaman dalam jumlah sedikit yang di halaman atau tanaman dalam pot misalnya bisa memupuk dengan hasil cucian beras. Itu akan sangat baik untuk nutrisi tanaman. Jadi, jangan gunakan obat-obat untuk manusia pada tumbuhan karena risikonya akan lebih banyak,” pungkasnya.
FAQ
Apakah parasetamol bisa menyuburkan tanaman?
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa parasetamol dapat menyuburkan tanaman. Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan manfaatnya bagi pertumbuhan tanaman.
Apakah aman memberikan parasetamol pada tanaman cabai?
Tidak disarankan. Menurut pakar dari IPB University, penggunaan parasetamol pada tanaman berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang belum diketahui, termasuk risiko terhadap mikroorganisme tanah.
Mengapa banyak video media sosial menggunakan parasetamol untuk tanaman?
Sebagian besar konten tersebut merupakan pengalaman pribadi yang belum didukung penelitian ilmiah. Keberhasilan sesaat tidak dapat dijadikan bukti bahwa parasetamol benar-benar berfungsi sebagai pupuk.
Apa risiko penggunaan obat manusia pada tanaman?
Risikonya antara lain mengganggu keseimbangan ekosistem, membunuh organisme yang bermanfaat, hingga memicu resistensi mikroorganisme terhadap obat.
Apa pupuk terbaik untuk tanaman cabai?
Pupuk yang direkomendasikan adalah pupuk yang memang diformulasikan khusus untuk tanaman, seperti pupuk kandang, kompos, pupuk organik, atau pupuk NPK sesuai kebutuhan fase pertumbuhan.
Apakah air cucian beras bisa digunakan sebagai pupuk?
Ya. Air cucian beras dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tambahan untuk tanaman dalam pot maupun tanaman pekarangan, meskipun penggunaannya tetap sebaiknya sebagai pelengkap, bukan pengganti pupuk utama.

