DEPOK24JAM- Buat investor PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), ada update terbaru soal nasib saham treasuri alias saham hasil buyback perseroan. Lewat surat bernomor 044/BREN/Corps/VII/2026 tertanggal 9 Juli 2026, emiten energi terbarukan ini melapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal perkembangan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali.
Kesimpulannya singkat: belum ada yang bergerak.
Laporan yang diteken Corporate Secretary BREN Randhika Oktaviana ini disusun berdasarkan data per 30 Juni 2026, mencakup periode 1 Januari sampai 30 Juni 2026, dan disampaikan dalam rangka memenuhi Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Perusahaan Terbuka.
Dua Gelombang Buyback, Total 6,7 Juta Saham
Dari laporan tersebut, BREN tercatat punya dua tumpukan saham treasuri hasil dua aksi buyback yang berbeda.
Pertama, buyback yang rampung pada 23 Juni 2025. Aksi ini dilakukan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan sesuai POJK Nomor 13 Tahun 2023, sehingga tidak memerlukan persetujuan RUPS. Cukup lewat keterbukaan informasi yang dirilis 21 Maret 2025.
Dari gelombang pertama ini, BREN mengantongi 6.000.000 saham dengan harga rata-rata pembelian Rp 5.357,44 per saham.
Kedua, buyback yang selesai lebih baru, yakni 1 April 2026. Skemanya sama persis, memanfaatkan kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan tanpa perlu restu RUPS, dengan keterbukaan informasi tanggal 3 Februari 2026.
Kali ini jumlahnya lebih mini, yaitu 700.000 saham, tetapi harga rata-ratanya jauh lebih mahal yakni Rp 8.026,34 per saham.
Total jenderal, ada 6.700.000 saham treasuri yang wajib dialihkan kembali oleh BREN.
Semua Masih Utuh di Brankas
Nah, bagian menariknya ada di kolom realisasi. Sampai 30 Juni 2026, jumlah saham yang sudah dialihkan kembali: nol.
Baik dari tumpukan 6 juta saham gelombang pertama maupun 700 ribu saham gelombang kedua, belum ada satu lembar pun yang dilepas.
Tanggal pengalihan sahamnya pun masih berstatus “belum ditentukan” untuk kedua gelombang. Begitu juga soal harga pengalihan, cara pengalihan, dan pihak yang bakal menerima saham tersebut, semuanya masih kosong alias belum diputuskan.
Artinya, sisa saham yang wajib dialihkan kembali masih utuh sebanyak 6.700.000 lembar, persis sama dengan jumlah awalnya.
Catatan Buat Investor
Laporan ini memang bersifat administratif, tetapi tetap memiliki informasi penting bagi investor. Selama saham treasuri belum dialihkan, sebanyak 6,7 juta saham tersebut praktis masih berada di tangan perseroan dan belum kembali beredar di pasar.
Kapan dan bagaimana BREN akan melepas kembali saham tersebut, apakah melalui penjualan di pasar, program tertentu, atau skema lainnya, masih menjadi pertanyaan terbuka karena perseroan belum menentukan mekanismenya.
Investor perlu mencermati keterbukaan informasi berikutnya untuk mengetahui arah pengelolaan saham treasuri BREN tersebut.
Sumber: Laporan Perkembangan Pengalihan Kembali Saham Hasil Pembelian Kembali PT Barito Renewables Energy Tbk, periode 1 Januari 2026 sampai 30 Juni 2026, tertanggal 9 Juli 2026.

