Investor Ritel NINE Terus Berguguran, Sudah Hampir 2.800 yang Cabut Sejak Awal Tahun

Jumlah investor ritel PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) terus menyusut sepanjang 2026. Hingga Juni, hampir 2.800 investor tercatat meninggalkan saham tersebut.

DEPOK24JAM– Laporan bulanan komposisi pemegang saham PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) periode Juni 2026 menunjukkan adanya perubahan menarik pada jumlah investor perseroan.

Laporan yang diterbitkan biro administrasi efek PT Adimitra Jasa Korpora melalui surat bernomor LB-01/NINE/072026 tertanggal 6 Juli 2026 mencatat jumlah pemegang saham NINE terus mengalami penurunan sepanjang 2026.

Meski struktur kepemilikan saham utama relatif tidak berubah, jumlah investor dengan kepemilikan di bawah 5 persen terus menyusut dari bulan ke bulan.

Pemegang Saham Kakap Nggak Gerak

Per 30 Juni 2026, hanya terdapat dua pemegang saham NINE dengan kepemilikan di atas 5 persen.

Pemegang saham terbesar adalah Poh Holdings Pte Ltd yang beralamat di 48 Pandan Road, Singapura. Perusahaan tersebut masih menggenggam sebanyak 773.352.631 saham atau setara 35,85 persen dari total saham NINE.

Jumlah tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.

Pemegang saham besar kedua adalah investor individu bernama Djoni asal Jambi dengan kepemilikan sebanyak 110.000.000 saham atau sekitar 5,10 persen.

Dengan demikian, kedua pemegang saham utama tersebut secara total menguasai 883.352.631 saham atau sekitar 40,95 persen dari total modal disetor NINE sebanyak 2.157.000.000 saham dengan nilai nominal Rp10 per saham.

Dari sisi pemegang saham pendiri, pergerakan juga relatif minim. Heddy Kandou masih memiliki 25.432.663 saham atau sekitar 1,18 persen.

Sementara itu, kepemilikan Agatha Nindya sedikit mengalami penurunan dari 8.066.300 saham menjadi 8.000.000 saham atau sekitar 0,37 persen.

Di jajaran manajemen, hanya Komisaris Noprian Fadli yang tercatat memiliki saham NINE, yakni sebanyak 1.450.361 saham atau sekitar 0,07 persen.

Sementara jajaran pengurus lainnya, termasuk Direktur Utama Teo Bee Cheng hingga Komisaris Independen Venantius Agung Passinoraga, tercatat tidak memiliki saham NINE.

Yang Ritel Pelan-Pelan Pamit

Perubahan paling mencolok justru terlihat dari jumlah investor ritel atau pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5 persen.

Berdasarkan rekapitulasi Formulir X.H.1-2, jumlah investor ritel NINE mengalami penurunan secara konsisten sepanjang 2026.

  • Januari 2026: 14.809 investor
  • Februari 2026: 14.266 investor
  • Maret 2026: 12.828 investor
  • April 2026: 12.817 investor
  • Mei 2026: 12.429 investor
  • Juni 2026: 12.013 investor

Artinya, dalam kurun waktu enam bulan pertama 2026, jumlah investor ritel NINE berkurang hampir 2.800 investor.

Menariknya, meski jumlah investor mengalami penurunan, jumlah saham yang dikuasai kelompok investor dengan kepemilikan di bawah 5 persen tidak berubah.

Porsi saham tersebut tetap berada di angka 1.273.647.369 saham atau setara 59,05 persen setiap bulannya.

Hal ini menunjukkan bahwa penurunan jumlah investor tidak secara langsung membuat saham publik berpindah ke pemegang saham pengendali. Saham tersebut kemungkinan mengalami perpindahan kepemilikan antar-investor publik sehingga jumlah pemegang saham menjadi lebih terkonsentrasi.

Masih Aman di Jalur Diskon Pajak

Selain perubahan jumlah investor, NINE juga masih memenuhi persyaratan untuk mendapatkan fasilitas penurunan tarif pajak penghasilan berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 2020.

Syarat tersebut antara lain perusahaan harus mencatatkan minimal 40 persen saham di bursa dan saham tersebut dimiliki sedikitnya 300 pihak dengan masing-masing kepemilikan di bawah 5 persen selama minimal 183 hari kalender dalam satu tahun.

Sepanjang Juni 2026, NINE tercatat memenuhi persyaratan tersebut selama 30 hari penuh.

Dengan tambahan tersebut, total pemenuhan syarat sejak awal tahun telah mencapai 181 hari kalender. Artinya, NINE hanya membutuhkan dua hari tambahan untuk mencapai batas minimal 183 hari.

Jika seluruh persyaratan terpenuhi, perusahaan berpotensi mempertahankan fasilitas penurunan tarif pajak penghasilan sesuai aturan yang berlaku.

Sumber: Laporan Bulanan Komposisi Pemegang Saham PT Techno9 Indonesia Tbk periode Juni 2026, PT Adimitra Jasa Korpora, per 30 Juni 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *