DEPOK24JAM – Emiten infrastruktur digital PT Indointernet Tbk (EDGE) menyuntikkan modal senilai Rp25 miliar ke anak usahanya, PT Digital Gayana Ekatama (DGE). Dana segar itu ditujukan untuk keperluan belanja modal guna menopang pengembangan bisnis DGE.
Rencana peningkatan modal ini diungkap Perseroan lewat keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 21 Juli 2026, yang ditandatangani Corporate Secretary Indonet, Jennifer Tiurland. Transaksi tercatat efektif pada tanggal yang sama.
Menurut penjelasan Perseroan, transaksi dilakukan untuk mendukung kegiatan usaha dan rencana pengembangan DGE. Indonet menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak berdampak negatif terhadap kondisi keuangan Perseroan.
Bukan transaksi material
Meski melibatkan dana Rp25 miliar, Indonet menyatakan nilai transaksi tersebut tidak memenuhi ambang batas material yang ditetapkan dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Dengan demikian, aksi ini disimpulkan bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana diatur dalam beleid tersebut.
Adapun pihak yang terlibat dalam transaksi adalah Perseroan, PT Ekagrata Data Gemilang (EDG), dan DGE.
Transaksi afiliasi yang dikecualikan
Indonet menggolongkan aksi ini sebagai transaksi afiliasi yang dikecualikan berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf b POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
Landasannya, Perseroan menguasai 99,99 persen saham dari seluruh modal disetor dalam DGE, dan transaksi dilakukan antar-perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki paling sedikit 99 persen oleh Perseroan.
Direksi dan Dewan Komisaris Indonet menyatakan transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Perseroan juga menegaskan seluruh informasi material telah diungkapkan dan informasi tersebut tidak menyesatkan. Untuk informasi tambahan terkait transaksi, pemegang saham dapat menghubungi Corporate Secretary Perseroan.
Suntikan modal ke DGE ini menegaskan pola Indonet dalam memperkuat lini anak usaha di ekosistem infrastruktur digitalnya. Meski nilainya tergolong non-material dan tidak menimbulkan benturan kepentingan, alokasi dana untuk belanja modal menjadi indikator arah ekspansi yang perlu dicermati investor, terutama menyangkut kontribusi DGE terhadap kinerja Perseroan ke depan.
(Artikel disusun berdasarkan Keterbukaan Informasi atas Transaksi Afiliasi PT Indointernet Tbk No. 039/Indonet-Corsec/Srt/VII/2026 tertanggal 21 Juli 2026.)

