DEPOK24JAM – PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) membuka dua kartu penting di hadapan investor dalam paparan publik tahunannya. Emiten operator taksi ini tengah menjajaki kerja sama dengan Xanh SM, sekaligus mengakui berakhirnya kemitraan dengan PT Rekan Anak Bangsa (RAB) yang menggerus sekitar 30 persen unit operasionalnya.
Public Expose Tahunan 2026 digelar pada Jumat, 17 Juli 2026, di FaveHotel Zainul Arifin, Jakarta Pusat, dan dihadiri 21 peserta dari kalangan investor dan media. Manajemen diwakili Direktur Utama Johannes B.E. Triatmojo dan Direktur Jannes Philipus Chuang.
Penjajakan dengan Xanh SM Masih Tahap Awal
Menjawab pertanyaan investor mengenai rencana kerja sama dengan Xanh SM, Johannes B.E. Triatmojo menegaskan bahwa pembicaraan masih berada pada tahap awal dan bersifat penjajakan.
“Pembahasan yang berlangsung masih bersifat penjajakan untuk mempelajari model bisnis yang diterapkan,” ujarnya.
Karena itu, menurut dia, Perseroan belum dapat menyampaikan secara rinci bentuk maupun implementasi kerja sama kepada publik. Ia menambahkan, apabila di kemudian hari terdapat perkembangan yang bersifat material dan memenuhi ketentuan keterbukaan informasi, hal itu akan disampaikan kepada publik.
Xanh SM merupakan operator taksi berbasis kendaraan listrik yang tengah agresif berekspansi di kawasan Asia Tenggara. Potensi kerja sama dengan pemain elektrifikasi ini menarik dicermati di tengah upaya TAXI mencari mesin pertumbuhan baru.
Putus dari RAB Pangkas 30 Persen Unit Operasional
Kartu kedua yang diungkap manajemen adalah berakhirnya kerja sama dengan PT Rekan Anak Bangsa (RAB). Johannes mengonfirmasi bahwa berakhirnya kemitraan tersebut mengakibatkan berkurangnya jumlah unit operasional sekitar 30 persen.
Ia menekankan bahwa berakhirnya kerja sama itu bukan disebabkan oleh wanprestasi dari salah satu pihak, melainkan karena hubungan kemitraan telah berakhir sesuai ketentuan yang disepakati bersama.
Dalam sesi tanya jawab, seorang investor bahkan mengaitkan berakhirnya kerja sama tersebut dengan estimasi penurunan profit sekitar 30 persen dari total pendapatan Perseroan.
Untuk menambal berkurangnya armada, Perseroan menyiapkan strategi pembiayaan. Menurut Johannes, TAXI akan menggunakan fasilitas pembiayaan dari lembaga leasing untuk pengadaan kendaraan operasional.
Kewajiban angsuran kepada leasing akan dibayarkan setiap bulan, dengan sumber pembayaran berasal dari setoran operasional yang diterima Perseroan dari para pengemudi sesuai skema kerja sama yang berlaku.
Laporan Kuartal II Segera Terbit, Manajemen Bantah Window Dressing
Investor institusi turut menyoroti harga saham yang dinilai belum mencerminkan perkembangan bisnis Perseroan.
Menanggapi hal tersebut, Johannes menyampaikan bahwa Laporan Keuangan Kuartal II akan disampaikan paling lambat 31 Juli 2026. Saat ini, manajemen masih melakukan proses review sebelum laporan dipublikasikan.
Ia menegaskan komitmen Perseroan untuk menyusun laporan keuangan secara wajar dan transparan sesuai Standar Akuntansi Keuangan.
“Perseroan tidak melakukan window dressing maupun rekayasa laporan keuangan. Seluruh pencatatan dilakukan berdasarkan kondisi yang sebenarnya,” katanya.
Mengenai pergerakan harga saham, Johannes mengakui manajemen memahami harapan para pemegang saham agar kinerja operasional dapat tercermin pada nilai saham Perseroan.
Namun, ia menilai harga saham dipengaruhi berbagai faktor di luar kendali Perseroan. Menurutnya, perbaikan fundamental usaha yang disertai komunikasi yang konsisten kepada pasar merupakan langkah paling berkelanjutan untuk membangun kepercayaan investor.
Berakhirnya kerja sama dengan RAB menempatkan TAXI pada masa transisi yang menantang. Di satu sisi, Perseroan kehilangan sekitar sepertiga unit operasional dalam waktu dekat.
Di sisi lain, penjajakan dengan Xanh SM dan rencana pengadaan armada melalui skema leasing menjadi dua sinyal bahwa manajemen berupaya menata ulang basis operasional.
Realisasi dari kedua rencana tersebut akan menjadi penentu apakah narasi perbaikan fundamental yang disampaikan manajemen benar-benar dapat tercermin pada kinerja Perseroan dalam kuartal-kuartal mendatang.
Artikel disusun berdasarkan Laporan Hasil Public Expose Tahun 2026 PT Express Transindo Utama Tbk yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia.

