Hendak Demo di Bundaran HI, Mahasiswa Sebut Ada Upaya Intimidasi

DEPOK– Hari ini massa dari sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kembali turun ke jalan untuk menggelar aksi demo di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), salah satunya dari Universitas Indonesia (UI).

Dengan suara utamanya yaitu ‘Merebut Kemerdekaan’ mahasiswa membawa delapan tuntutan. Mulai dari penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Batalyon TP di tiap kabupaten/kota.

Namun sayangnya, mahasiswa mengaku mendapat intimidasi dari berbagai pihak sehingga banyak BEM universitas yang tidak turun ke jalan hari ini.

Bentuk intimidasi yang diapat misalnya ancaman dicabutnya dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) jika mahasiswa yang bersangkutan kedapatan ikut demo.

Hal itu sangat disayangkan oleh Koorbid Sospol BEM UI selaku koordinator aksi, Hafidz Haernanda. Karena menurutnya, intimidasi tersebut sangat berlebihan.

“Itu saya sangat sedih mendengarnya. Mereka diintimidasi, bisa jadi nanti mahasiswa KIP nya bisa dicabut. Bisa jadi nanti dia diturunkan dari jabatannya, bisa jadi kawan-kawan diancam-ancam. Ini kan sesuatu hal yang berlebihan,” katanya, Selasa (18/8/2026).

Tak hanya itu, mahasiswa juga kesulitan mendapatkan kopaja yang akan mengangkut massa ke lokasi demo. Pasalnya sopir-sopir kopaja juga diintimidasi oleh pihak lain.

“Ada kopaja-kopaja kami yang sayangnya banyak sekali dikoptasi-koptasi dengan berbagai macam institusi. Ada berbagai macam institusi yang memang sudah menelpon drivernya. Bayangkan kita memesan 24 kopaja dan semuanya tidak bisa karena mereka diintimidasi,” ujarnya.

Kendati kesulitan kopaja, mahasiswa tak putus asa. Mereka langsung mencari angkutan kota (angkot) sebagai alternatif. Pada pukul 12.00 WIB, akhirnya mahasiswa UI berangkat dari kampus Depok menuju Bundaran HI menggunakan 52 angkot.

Mahasiswa sangat menyayangkan adanya intimidasi terhadp para sopir kopaja tersebut.

“Kami tidak menyalahkan drivernya, karena mereka hidup di sebuah sistem yang mengakibatkan mereka harus bekerja seperti ini,” ujarnya.

Bentuk intimidasi yang dilakukan kepada sopir kopaja yaitu adanya ancaman pemecatan jika armadanya tetap mengangkut massa UI ke lokasi demo.

“(Mereka) tidak boleh datang ke sini. Kalau misalnya ada yang berangkat nanti dipecat. Jadi mereka disuruh membuat 1.001 alasan agar tidak bisa menjemput kami. Dan ini tidak hanya di BEM UI saja. Banyak dari teman BEM lain yang sedang mencari kopaja tapi ditahan, kopaja semua tidak mau,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *