DEPOK- Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Depok dihentikan sementara selama pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ini merupakan dampak dari penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Iya, kemarin kita sudah komunikasikan juga semalam dengan koordinator wilayah di masing-masing kecamatan dan BGN dari Kota Depok juga terkait dengan kebijakan PJJ ini. Tentunya dikomunikasikan dengan pihak dapur untuk penghentian sementara,” kata Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Zakky Fauzan, Senin (7/9/2026).
Pihaknya masih belum tahu apakah menu MBG selama PJJ akan diganti dengan makanan kering atau seperti apa. Pihaknya saat ini masih terus berkordinasi dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kalau misalnya nanti konsekuensinya seperti apa, apakah diganti dengan keringan atau seperti apa, nanti itu kebijakan ada di pihak MBG-nya, di SPPG-nya,” ujarnya.
Untuk Kota Depok setidaknya ada lebih dari ratusan ribu siswa penerima manfaat MBG. Jumlah itu belum termasuk tenaga pendidik (tendik) di tiap sekolah.
“Kalau untuk jumlah detailnya, karena agak beda dengan SD dan SMP, ini kan masuk juga tendik-nya juga masuk. Jadi bukan hanya siswa, tadi sudah menyasar juga ke tenaga pendidik/kependidikan di sekolah,” tukasnya.
Jumlah siswa SD negeri di Kota Depok diperkirakan 100 ribu. Jumlah penerima akan bertambah jika digabungkan dengan siswa di sekolah swasta.
“Kalau untuk SD sekitar 95 negeri itu sekitar di 98–100 ribuan, belum termasuk yang swasta. Kalau untuk data detail karena ini dinamis, ada di SPPG. Kemarin kami menyerahkan ke SPPG data yang peserta didik baru yang diterima di kelas satu yang tahun ini,” pungkasnya.

