Gugurnya Amerika Serikat dan Meksiko dari Piala Dunia 2026 menyebabkan harga tiket pertandingan babak perempat final merosot drastis. Berdasarkan data dari platform penjualan tiket, harga tiket untuk laga perempat final mengalami penurunan hingga 65 persen usai kedua negara tuan rumah tersebut dieliminasi dalam babak 16 besar.
Kerugian Finansial dari Gugurnya Tuan Rumah
Harga tiket untuk pertandingan perempat final Spanyol melawan Belgia di Los Angeles pada Jumat (10 Juli) merosot hingga 65 persen setelah AS kalah pada Senin (6 Juli) lalu. Sebelum kekalahan tersebut, tiket termurah untuk pertandingan di Los Angeles berada di angka 3.200 dolar atau sekitar 57,8 juta rupiah. Namun, setelah AS gugur, harganya terjun bebas menjadi 1.100 dolar atau sekitar 19,8 juta rupiah.
Kondisi serupa juga terjadi untuk tiket laga perempat final lainnya yang digelar di Miami pada Sabtu (11 Juli). Kekalahan Meksiko dari Inggris pada Minggu (5 Juli) memicu penurunan harga tiket hingga 45 persen. Tiket yang awalnya dibanderol paling murah 4.000 dolar atau sekitar 72,2 juta rupiah, kini bisa didapatkan dengan harga 2.000 dolar atau sekitar 36,1 juta rupiah.
Menurut Co-CEO TickPick Brett Goldberg, tingginya harga awal tiket perempat final memang didasarkan pada asumsi bahwa AS dan Meksiko akan lolos. “Ketika mereka kalah dalam dua hari berturut-turut di babak 16 besar, terjadi penurunan permintaan yang langsung dan signifikan untuk pertandingan perempat final masing-masing,” ujar Goldberg kepada media.
Dampak Terhadap Bisnis Hiburan
Gugurnya Kanada, AS, dan Meksiko sekaligus menyudahi eksistensi tiga negara tuan rumah di turnamen ini. Dampak finansialnya langsung merembet ke bisnis hiburan di AS, salah satunya jaringan Tom’s Watch Bar yang memiliki 18 cabang. Co-CEO Tom’s Watch Bar Brooks Schaden menyebut laga yang menampilkan AS dan Meksiko selalu menjadi pendongkrak utama omzetnya.
Pascagugurnya kedua tim, Schaden memprediksi pendapatan bar pada hari pertandingan Piala Dunia akan merosot hingga 50 persen. Namun, ia juga mengungkapkan fakta menarik bahwa penggemar Meksiko sebenarnya jauh lebih menguntungkan bagi bisnis restoran ketimbang pendukung AS. Hal tersebut karena penggemar Meksiko dikenal lebih royal dalam membelanjakan uang dan betah menghabiskan waktu lebih lama di bar.
Meski begitu, situasinya tidak sepenuhnya buruk bagi Schaden. Pendapatan bar selama sisa Piala Dunia diproyeksikan masih 25 persen lebih tinggi dibanding hari biasa. Terlepas dari tim mana yang bertanding, penjualan bir dilaporkan tetap meroket selama turnamen berlangsung.
Lonjakan Penjualan Bir Tetap Positif
Data dari Beer Institute mencatat penjualan bir di bar dan restoran melonjak 6,4 persen selama empat minggu terakhir Piala Dunia. Lonjakan ini bahkan mencapai 14 persen di kota-kota tuan rumah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Massachusetts menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 23 persen, imbas aksi fans Skotlandia yang memborong persediaan bir di Boston. Kenaikan signifikan ini menunjukkan bahwa meskipun harga tiket menurun, minat penonton terhadap pertandingan Piala Dunia tetap tinggi, terutama dalam hal konsumsi minuman di tempat hiburan.
Sumber:

