Lo Kheng Hong Tambah Koleksi Saham BMTR, Kini Kantongi 6,53 Persen Kepemilikan

Lo Kheng Hong menambah kepemilikan saham BMTR PT Global Mediacom Tbk menjadi 6,53 persen

DEPOK24JAM- Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali menambah porsi kepemilikannya di PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) periode Juni 2026, jumlah saham yang digenggam investor yang kerap dijuluki “Warren Buffett Indonesia” tersebut bertambah 1,2 juta lembar.

Laporan tersebut disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat bernomor 051-BEI/MCOM-CS/INT/VII/2026 tertanggal 10 Juli 2026. Dalam laporan itu, PT BSR Indonesia tercatat bertindak sebagai Biro Administrasi Efek.

“Perseroan menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada akhir bulan Juni 2026,” ujar Christophorus Taufik Siswandi, Corporate Secretary PT Global Mediacom Tbk, dalam keterbukaan informasi.

Kepemilikan Lo Kheng Hong Naik Jadi 6,53 Persen

Dalam laporan terbaru tersebut, kepemilikan Lo Kheng Hong di BMTR tercatat meningkat dari sebelumnya 1.066.433.500 saham menjadi 1.067.633.500 saham.

Artinya, investor senior tersebut menambah koleksi sebanyak 1.200.000 lembar saham.

Dengan tambahan tersebut, porsi kepemilikan Lo Kheng Hong ikut naik tipis dari 6,52 persen menjadi 6,53 persen dari total saham perseroan.

Langkah ini kembali menunjukkan ketertarikan Lo Kheng Hong terhadap saham BMTR, perusahaan yang merupakan bagian dari Grup MNC dan bergerak di sektor media serta investasi.

Pengendali BMTR Masih Pegang 45,99 Persen Saham

Di sisi lain, struktur kepemilikan pengendali BMTR tidak mengalami perubahan.

PT MNC Asia Holding Tbk tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebanyak 7.520.655.000 saham atau setara 45,99 persen dari total 16.583.997.586 saham perseroan.

Sementara itu, kepemilikan jajaran manajemen juga masih stabil.

Komisaris Rosano Barack tercatat tetap memiliki 31.038.500 saham atau sekitar 0,19 persen.

Dari jajaran direksi, Hary Tanoesoedibjo menggenggam 47.726.040 saham (0,29 persen), Indra Pudjiastuti sebanyak 20.100.000 saham (0,12 persen), dan Ruby Panjaitan sebanyak 150.000 saham.

Adapun jumlah saham treasuri perseroan tidak mengalami perubahan, yakni tetap sebanyak 231.485.500 saham.

Investor Publik Sedikit Berkurang

Selain perubahan kepemilikan Lo Kheng Hong, laporan LBRE juga menunjukkan adanya perubahan kecil pada jumlah saham publik.

Saham publik kategori non-warkat tercatat turun dari 7.661.720.226 saham menjadi 7.660.520.226 saham.

Jumlah pemegang saham berdasarkan Single Investor Identification (SID) juga mengalami penurunan tipis, dari 28.056 investor menjadi 28.013 investor.

Meski demikian, tingkat saham beredar publik atau free float BMTR tetap berada di level 46,85 persen, dengan jumlah saham mencapai 7.660.520.226 lembar dari total saham yang tercatat di bursa.

Perseroan memastikan perhitungan free float tersebut telah mengikuti ketentuan Bursa Efek Indonesia.

“Perhitungan Free Float telah disajikan sesuai dengan Peraturan Pencatatan Bursa Nomor I-A dan/atau I-V tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat,” ujar Christophorus.

BMTR Pastikan Data Kepemilikan Valid

PT Global Mediacom Tbk juga menegaskan seluruh informasi yang disampaikan dalam LBRE Juni 2026 telah dibuat secara lengkap dan benar.

“Semua informasi dalam LBRE telah dimuat secara lengkap dan benar, tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material,” kata Christophorus.

Dengan bertambahnya kepemilikan Lo Kheng Hong, pergerakan saham BMTR kembali menjadi perhatian investor, terutama karena rekam jejak Lo Kheng Hong yang dikenal sebagai investor dengan pendekatan jangka panjang berbasis fundamental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *