DEPOK– Antrean panjang terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Depok. Ini sebagai dampak dari ksoongnya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yaitu Pertalite sejak kemarin.
Pagi ini terlihat puluhan kendaraan antre di SPBU 34-16908 di Jalan Komjen M Jasin, Cimanggis, Depok. Antrean kendaraan terutama roda dua terlihat mengular dari mulai pintu masuk SPBU.
Rifqi, salah satu konsumen mengaku harus antre hingga 20 menit demi membeli BBM bersubsidi dari pemerintah. Menurutnya antrean tersebut karena sempat terjadi kekosongan Pertalite pada Kamis (9/7).
“Pagi ini baru ada lagi Pertalite di pom bensin, dari kemarin kosong dimana-mana,” katanya, Jumat (10/7/2026).
Karyawan swasta itu terpaksa rela antre hingga 20 menit untuk membeli Pertalite karena perbedaan harga dengan BBM non subsidi cukup tinggi. Pertalite dipatok Rp 10 ribu per liter, sedangkan non subsidi Rp 16 ribu per liter.
“Antre 20 menit. Kalau beli Pertamax harganya kerasa banget, jadi ya pilih yang subsidi ajalah walau harus antre,” ucapnya.
Mulanya dia adalah pengguna BBM non subsidi. Namun sejak kenaikan harga pada beberapa waktu lalu, ia pun memilih beralih ke BBM subsidi dengan alasan menghemat pengeluaran.
“Sekarang kan yang naik ngga cuma BBM, harga-harga lain juga ikut melonjak. Jadi ya harus bagi-bagi pengeluaran,” ujarnya.
Dia berharap agar pemerintah lebih memperhatikan stok BBM subsidi. Karena jika terus kosong di SPBU maka akan mengganggu aktivitas warga.
“Kalau kosong mulu ya nyusahin rakyat. Mau beli aja sekarang antrenya panjang banget,” pungkasnya.

