Laris Manis Jualan Gadget, Erajaya Raup Untung Rp872 Miliar

Erajaya mencatat pertumbuhan penjualan dan laba pada semester I 2026.

DEPOK24JAM – Di tengah tingginya minat masyarakat membeli smartphone, laptop, smartwatch, hingga berbagai perangkat elektronik lainnya, PT Erajaya Swasembada Tbk (BEI: ERAA) berhasil menikmati pertumbuhan bisnis yang kuat pada paruh pertama 2026.

Bagi sebagian masyarakat, nama Erajaya mungkin terdengar kurang familiar. Namun, hampir semua pengguna gadget di Indonesia kemungkinan pernah berbelanja di jaringan ritelnya.

Perusahaan ini merupakan induk dari Erafone, iBox, Urban Republic, Xiaomi Store, Samsung Experience Store, hingga Huawei Experience Store. Selain mengoperasikan ribuan gerai, Erajaya juga menjadi distributor resmi berbagai merek teknologi global di Indonesia.

Kinerja tersebut tercermin dalam laporan keuangan semester I 2026. Hingga 30 Juni 2026, Erajaya membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp42,90 triliun, naik sekitar 22,4% dibandingkan Rp35,05 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini menunjukkan permintaan masyarakat terhadap perangkat elektronik dan gadget masih tetap tinggi.

Lonjakan penjualan tersebut tidak hanya meningkatkan omzet, tetapi juga memperbesar keuntungan perusahaan. Laba bruto naik menjadi Rp4,80 triliun dari Rp3,96 triliun pada semester I 2025.

Setelah dikurangi berbagai beban operasional, bunga, dan pajak, Erajaya berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp872,12 miliar, melonjak sekitar 44% dibandingkan laba Rp605,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagi para investor, kabar baik lainnya datang dari laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Nilainya mencapai Rp784,02 miliar, meningkat sekitar 38% dibandingkan semester I 2025. Kenaikan tersebut turut mendorong laba per saham dasar menjadi Rp0,05009, lebih tinggi dibandingkan Rp0,036 pada tahun sebelumnya.

Yang menarik, perbaikan tidak hanya terlihat pada laba. Dari sisi arus kas, Erajaya berhasil membalikkan kondisi usahanya. Jika pada semester I 2025 perusahaan masih mencatat arus kas operasi negatif Rp4,91 triliun, kini justru membukukan arus kas operasi positif Rp1,86 triliun.

Dalam bahasa sederhana, bisnis utama Erajaya kembali menghasilkan uang tunai yang sehat untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari.

Kondisi keuangan perusahaan juga tetap terjaga. Hingga akhir Juni 2026, total aset meningkat menjadi Rp29,35 triliun, sementara total ekuitas naik menjadi Rp10,94 triliun. Di sisi lain, total liabilitas turun tipis menjadi Rp18,40 triliun, menandakan struktur keuangan perseroan masih relatif solid.

Besarnya skala bisnis menjadi salah satu kekuatan Erajaya. Berdasarkan profil perusahaan, perseroan kini mengoperasikan sekitar 2.099 gerai ritel, didukung 42 pusat distribusi, serta melayani lebih dari 54.000 outlet pihak ketiga di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara.

Selain bisnis distribusi gadget, Erajaya juga memperluas usahanya ke segmen active lifestyle, kesehatan, serta makanan dan nutrisi, sehingga sumber pendapatannya semakin beragam.

Bagi masyarakat yang rutin mengganti smartphone atau membeli perangkat elektronik terbaru, hasil ini menunjukkan bahwa daya beli terhadap produk teknologi masih cukup kuat.

Sementara bagi investor, kombinasi pertumbuhan penjualan, kenaikan laba, dan membaiknya arus kas menjadi sinyal bahwa Erajaya masih mampu mempertahankan momentumnya di tengah persaingan industri ritel elektronik yang semakin ketat.

Baca juga:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *