Kerangka Besi Proyek Tol Desari Ambruk Timpa 5 Pekerja

18

DEPOK- Lima orang pekerja yang tengah membangun Jalan Tol Depok – Antasari Jakarta Selatan (Desari) seksi 2 di Brigif – Sawangan tertimpa kerangka besi akibat robohnya proyek tol tersebut. Korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Kapolsek Limo Kompol Iskandar membenarkan adanya peristiwa robohnya kerangka besi yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, Selasa 8 Oktober 2019.

“Kejadian di Tol Desari ini awalnya karena ada pengecoran dan sepertinya dasarnya tidak kuat hingga akhirnya amblas,” ucap Iskandar.

Menurut dia, ketika dilakukan pengecoran di salah satu titik tol, tiba-tiba kerangka yang berada di atas bangunan ambruk dan menimpa kelima pekerja. Iskandar mengatakan tidak ada korban meninggal dunia.

“Kemungkinan dasarnya atau di tiang penyangganya itu tidak kuat, pada bagian rangkanya itu yang amblas. Lima pekerja alami luka ringan, saya tegaskan tidak ada yang meninggal dunia,” katanya.

Iskandar menuturkan, rencananya tiang bangunan tersebut akan segera dibongkar oleh pihak kontraktor dan dilakukan pengerjaan ulang. Beberapa saksi telah dilakukan pemeriksaan oleh pihaknya terkait kecelakaan kerja tersebut.

“Ini kemungkinan sekarang mau dibongkar semua. Diduga ini sebuah kelalaian, namun masih kita dalami,” ujarnya.

Hingga saat ini, di lokasi kejadian robohnya kerangka besi Tol Desari belum ada garis polisi. Namun, pihak kontraktor memasang tali pembatas agar para pekerja menjauh agar tidak terjadi lagi kejadian serupa.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MEMANTAU KOTA DEPOK 24 JAM (@depok24jam) on

Sementara itu, ketika sejumlah wartawan mendatangi tempat kejadian terlihat pihak keamanan proyek mencoba menghalau. Mereka meminta wartawan menjauh dan tidak memperbolehkan mengambil gambar.

Kondisi sempat memanas, ketika seorang jurnalis dari media Vivanews, Zahrul Darmawan diintimidasi oleh seorang petugas keamanan.

“Jangan ambil foto di sini ya, ini area proyek bisa tolong pergi dari sini,” ucap seorang petugas dengan nada tinggi.

Pemegang konsesi proyek Tol Desari

Seperti diketahui, pemegang konsesi Tol Desari adalah PT Citra Waspphutowa, entitas anak dari PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. Tol Desari memiliki ruas sepanjang 22,7 kilometer.

Adapun, Tol Desari terbagi ke dalam tiga seksi antara lain seksi 1 Antasari – Brigif mencapai 6,9 kilometer; seksi 2 Brigif – Sawangan mencapai 6,3 kilometer dan seksi 3 Sawangan – Bojong Gede 9,5 kilometer.

PT Citra Waspphutowa sendiri memegang konsesi selama 40 tahun atau hingga 2055 sejak proyek dilaksanakan dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp3,4 triliun.

Sementara itu, saham PT Citra Waspphutowa dimiliki sebagian besar atau 62,5 persen oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. Sisanya dimiliki oleh perusahaan lainnya yakni PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk dan PT Waskita Karya dengan porsi kepemilikan saham masing-masing mencapai 12,5 persen.

Tanggapan pemegang proyek

Sementara itu, seperti dilaporkan Sindonews, pihak PT Citra Waspphutowa menjelaskan bahwa ambruknya sebagian kerangka besi Tol Desari yang berada di kawasan Krukut tersebut disebabkan oleh tidak kuatnya penyanggah bangunan.

Namun, ambruk bangunan tersebut bukan terjadi pada girder tetapi akibat menurunnya beberapa konstruksi. “Kriteria ambruk itu beda, kalau sekarang bisa dilihat masih ada sebagian besar konstruksinya pada posisinya,” ujar Project Manager PT Citra Waspphutowa, Donosius Widianto.

Baca Juga: Warga Terdampak Tol Cijago Seksi 2 Mengklaim Belum Dapat Ganti Untung




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lebih Tahu Depok