Kejar Target, Pemkot Depok Bersihkan Sampah di Aliran Sungai Cipinang Sebelum 10 November

Wawalkot bersihkan sampah Sungai Cipinang

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

DEPOK- Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Komunitas Pecinta Sungai Cipinang, TNI-Polri, serta warga sekitar kembali turun ke Sungai Cipinang untuk membersihkan tumpukan sampah di wilayah RW 2 dan RW 3, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Depok.

“Ini adalah bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyelesaikan target dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) untuk membersihkan sampah di sepanjang aliran Sungai Cipinang sepanjang 33 KM,” kata Chandra, Sabtu (25/10/2025).

Sampah yang ada di lingkungan 2 dan RW 3, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Depok sudah menumpuk bertahun-tahun, bahkan sampah sudah mengeras menjadi daratan. Hal ini yang menyebabkan tersumbatnya aliran air dan menyebabkan banjir.

“Kami tetap optimistis untuk mencapai target pada 10 November mendatang, yakni membersihkan seluruh aliran sungai sesuai arahan Bapak Menteri dan Wali Kota. Masalah lingkungan hidup menjadi salah satu konsentrasi utama Pemkot Depok saat ini,” ujarnya.

Membersihkan sampah di aliran Sungai Cipinang ini adalah upaya normalisasi dan revitalisasi. Karena aliran Sungai Cipinang berada di wilayah Depok dengan hulu di Setu Gadok dan Setu Jatijajar. Tahap awal dilakukan dengan membuka aliran sungai yang tertutup sampah, sekaligus mengedukasi warga agar tidak lagi membuang limbah ke sungai.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Depok untuk menegakkan Perda terkait larangan membuang sampah sembarangan. Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup juga melakukan penegakan hukum terhadap TPS-TPS liar. Sudah ada beberapa titik yang ditindak,” tukasnya.

Kepala DLHK Kota Depok, Abdul Rahman, menambahkan bahwa saat ini terdapat sejumlah industri di sepanjang aliran Sungai Cipinang wilayah Depok telah disurati untuk memperbaiki pengelolaan limbahnya.

“Yang paling banyak justru limbah domestik, terutama dari deterjen rumah tangga. Ini yang perlu kerja ekstra karena masih banyak yang langsung membuang ke sungai,” katanya.

Pihaknya akan menggandeng komunitas sungai, lurah, dan camat untuk pengawasan dan edukasi warga secara rutin. DLHK Depok sudah mengeluarkan surat edaran Gerakan Jumat Bersih sebagai bentuk komitmen menjaga kebersihan lingkungan.

“Kalau ada industri besar yang membandel, kami tak segan menutup operasionalnya. Tidak ada toleransi. Saya berharap ini semua warga terlibat, terutama Jumat Bersih digalakkan lagi untuk kegiatan di setiap lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Harjamukti, Vika Kusumasari menambahkan, pihaknya akan memperkuat sosialisasi dan pengawasan di tingkat RT dan RW agar masyarakat turut menjaga kebersihan Sungai Cipinang.

“Kami akan memanggil RT-RW secara berkala agar peduli dan ikut menjaga lingkungan. Kalau nanti ada yang tetap membuang sampah sembarangan, kami siap beri sanksi tegas,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *