DEPOK– Prestasi membanggakan diraih warga Kota Depok bernama Aqueensa Kinara (12). Putri dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Depok, Dadang Wihana itu meraih 1st Winner (runner up) dan Favorite Winner pada ajang Face of Indonesia (FoI).
Tak hanya itu, Aqueensa juga meraih juara sebagai Best Pose, Best Gala Dress, Best Video Profile. Dengan segudang prestasi yang diraih itu, Aqueensa didapuk mewakili Indonesia di ajang Face of Asia (FoA) 2026 di Korea.
Aqueensa sendiri mengaku tak menyangka bakal menjadi salah satu peserta yang berhasil naik podium di ajang tersebut. Menurutnya, ajang Face of Indonesia itu bukan sekedar kompetisi kecantikan biasa.
“Ajang ini tuh adalah platform yang luar biasa gitu, yang membuka ruang bagi para model-model untuk menunjukkan karakter, disiplin, dan referensi terbaik dari generasi masa kini gitu,” katanya, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, ajang ini mengajarkan dirinya tentang arti menjadi seorang model bukan hanya tentang penampilan fisik di atas runway. Lebih dalam, Aqueenas menuturkan bahwa dalam ajang pencarian bakat ini tentang bagaimana membawa pengaruh positif, memiliki mentalitas yang kuat, dan profesionalisme tinggi di industri fashion.
Dirinya menceritakan, awal ketertarikannya pada dunia modeling telah terjalin sejak dirinya masih kecil.
“Awal mulanya karena saya emang memiliki passion dan ketertarikan yang besar di dunia fashion dan modeling sejak kecil. Nah, dari situ tuh saya mulai aktif mengasah kemampuan dengan mengikuti kelas-kelas pelatihan modeling gitu untuk belajar teknik catwalk dan mentalitas panggung,” ungkapnya.
Dia sangat bersyukur karena orang tuanya sangat mendukung hobi yang digeluti sejak kecil. Menurutnya itu adalah modal besar untuk dirinya mendalami hobinya.
“Dukungan dari orang tua itu luar biasa, luar biasa besar dan menjadi pilar utama dalam karier Kinara. Sejak awal saya menunjukkan ketertarikan di dunia modeling, Papa Mama tidak pernah ragu untuk memberikan fasilitas untuk Kinara, mengantarkan latihan, hingga selalu hadir memberikan semangat di setiap perjalanan aku,” ucapnya.
Menurutnya, kepercayaan yang mereka berikan sejak hari pertama adalah fondasi utama untuk bisa terus konsisten, disiplin, dan akhirnya berhasil berdiri di podium juara 2 Face of Indonesia ini.
Khusus pada ajang kejuaraan tersebut, ia menampilkan sejumlah busana yang cukup menawan, salah satunya adalah adat Dayak. Dukungan dari orang tua itu luar biasa, luar biasa besar dan menjadi pilar utama dalam karier Kinara.
“Sebenarnya tuh banyak banget, kayak sesi-sesinya tuh banyak, cuman Kinara tuh yang paling Kinara suka banget dan bangga itu adalah traditional costume. Kinara membawakan tradisional adat Dayak Kalimantan. Karena pastinya setiap berbagai daerah tuh pastinya punya kekhasannya masing-masing, ketertarikannya masing-masing. Jadi, Kinara tuh tertarik yang unik-unik gitu loh. Jadi saya memilih Kalimantan Dayak tradisional,” jelasnya.
Sementara itu, Dadang Wihana selaku orang tua mengatakan, dirinya sangat mendukung segala bentuk aktivitas anaknya, termasuk di bidang modeling.
“Saya mensupport harapan dan cita-cita anak saya yang berkeinginan menjadi model Indonesia,” katanya.
Anaknya memang sudah memiliki hobi di dunia modeling sejak dini. Sebagai orang tua, Dadang dan istrinya mendukung penuh bakat Aqueensa. Selama menggeluti dunia modeling, Aqueensa kerap membawakan karya-karya desainer Indonesia.
“Aqueensa sering membawakan fashion karya desainer Indonesia sebagai upaya mengembangkan ekonomi kreatif, khususnya di bidang fashion,” tukasnya.
Aqueensa sangat berharap dapat menjadi model internasional. Dadang pun akan terus mendukung apa yang menjadi cita-cita anaknya itu.
“Kedepannya jika ada peluang dan kesempatan, anak saya bercita-cita ingin masuk ke model internasioal. Saya sangat mendukung hal yang positif, terlebih untuk ikut serta mempromosikan Indonesia di luar negeri. Fashion is not just style, it’s creativity and national identity,” ucap Dadang.
Dia juga mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang mendukung anaknya. Dia meyakini, tanpa dukungan banyak pihak, anaknya tidak mungkin ada di titik prestasi saat ini.
“Kepada semua yang mensupport, terima kasih atas semua dukungannya,” pungkasnya.

