Tujuh Pelatih Kehilangan Pekerjaan Usai Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 meninggalkan jejak mendalam bagi sejumlah pelatih tim nasional. Sebanyak tujuh pelatih kehilangan pekerjaan mereka baik karena dipecat maupun memilih mundur setelah pertandingan berakhir. Kegagalan di turnamen terbesar sepak bola dunia menjadi pemicu utama keputusan drastis ini.

Pelatih yang Dipecat dan Mundur

Tunisia menjadi negara pertama yang mengambil tindakan tegas. Federasi timnas Tunisia memecat Sabri Lamouchi setelah pertandingan pertama di Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil menyusul kekalahan besar 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F. Federasi kemudian menunjuk Herve Renard sebagai pengganti meski pada akhirnya tetap gagal pula.

Miroslav Koubek memilih mundur dari kursi pelatih timnas Ceko setelah gagal di Piala Dunia 2026. Juru taktik berusia 74 tahun itu langsung sadar diri ketika timnya tidak memperoleh satu pun kemenangan di Grup A. Ceko hanya meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan sebelum pulang dari babak penyisihan.

Situasi berbeda dialami oleh Korea Selatan. Hong Myung Bo mundur dari pelatih timnas Korea Selatan setelah kegagalan di Piala Dunia 2026. Kepergiannya juga diwarnai oleh ancaman dari publik di negaranya termasuk boikot dan bahkan ancaman pembunuhan terhadap pelatih berusia 57 tahun itu.

Mundur karena Kegagalan Lolos

Steve Clarke mengambil tanggung jawab atas kegagalan Skotlandia lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Meski sudah menandatangani kontrak empat tahun, pelatih tersebut memilih mundur setelah timnya hanya meraih satu kemenangan dan dua kekalahan di babak penyisihan. Perolehan poin itu tidak cukup untuk membawa Skotlandia melaju ke fase berikutnya.

Marcelo Bielsa juga mundur dari pelatih Uruguay setelah gagal di Piala Dunia 2026. Tim asuhannya hanya mengemas dua poin dari dua hasil imbang dan satu kekalahan di babak penyisihan. Bielsa sempat mencurahkan isi hati dalam konferensi pers yang berlangsung nyaris dua jam setelah kembali ke Uruguay, mengatakan bahwa pemain tak peduli dengan kata-katanya.

Selain itu, Sebastian Beccacece mundur dari pelatih Ekuador setelah timnya tersingkir dari babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil menyusul kekalahan 0-2 dari tuan rumah Meksiko pada fase knockout. Dengan demikian, kegagalan di turnamen ini membawa konsekuensi besar bagi stabilitas kepemimpinan tim nasional di berbagai negara.

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *