Lurah Rangkapan Jaya Baru Ungkap Motif Intimidasi Tetangga: Karena Diejek ‘Kurang Waras’

Lurah Rangkapan Jaya Baru, Wahyu Syahadat

DEPOK– Terungkap motif intimidasi terhadap keluarga Suratji yang dilakukan tetangganya sendiri selama bertahun-tahun di Jalan Keadilan, Gang At Taufiq RT 07 RW 01, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.

Peristiwa ini viral di sosial media hingga diatensi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang meminta agar Wali Kota Depok, Supian Suri untuk menyelesaikan persoalan ini.

Lurah Rangkapan Jaya Baru, Wahyu Syahadat mengatakan dirinya datang ke rumah korban untuk mengatasi persoalan tersebut.

Pihaknya kemudian menghubungi Polsek Pancoran Mas dan Koramil Pancoran Mas untuk dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut.

“Menurut keterangan tadi sebelum saya kemari, dari Bimas Babinsa, memang ini kejadian sudah lama, sudah beberapa kali berulang kali. Akhirnya, saya ke lokasi, karena terkait ini sudah ada laporan di media sosial maupun dapat (atensi) dari Pak Wali,” katanya, Kamis (16/7/2026).

Informasi yang didapat, intimidasi terhadap keluarga Suratji sudah terjadi sejak tahun 2024. Namun dia belum mengetahui jelas pemicu awalnya.

“Tadi saya sudah menanyakan ke pihak korban, Pak Suraji, bahwa ini tadi menurut informasi dari pihak keluarga korban, bahwa ini sudah empat kali kejadian, dari 2024 informasinya. ​Kalau pemicunya saya juga tadi kurang tahu ya, belum begitu jelas juga,” ujarnya.

“Cuman tadi informasi dari Pak RT sendiri sebenarnya sih awalnya dari informasinya dari ejek-ejekan begitulah awalnya, seperti itu,” sambungnya.

Saat terjadi perselisihan pertama kali, kedua belah pihak sudah dimediasi dan didamaikan oleh RT, RW, Bimas, maupun Babinsa. Saat itu pelaku bersepakat untuk tidak mengulangi perbuatannya. Namun nyatanya pelaku masih terus melakukan intimidasi terhadap keluarga korban.

“Hasilnya waktu itu, dari perkataan Pak RT, bahwa pihak dari itu tidak akan mengulangi lagi kembali, gitu. Nah, ini kejadian kembali lagi, seperti itu, sampai sampai viral di medsos seperti itu. ​Menurut informasinya seperti itu (sudah empat kali terjadi),” tukasnya.

Menurut informasi yang dia dapat, pelaku mengaku sakit hati dengan ucapan keluarga Suratji. Pasalnya pelaku disebut sebagai orang kurang waras oleh korban. Hal itu membuat pelaku sakit hati dan dendam.

“Sebenarnya sih tadi kalau Pak RT bilang ya informasinya (diejek) kurang waras atau seperti itu informasinya ya. Tapi saya kurang tahu persis ya, karena kejadiannya juga kan udah lama dari 2024, sebelum saya, tadi menurut Pak RT seperti itu. Jadi ada bilang kurang waras atau apa, ejek-ejekan seperti itu, pemicunya,” bebernya.

Rumah pelaku dan korban saling berdekatan dan bersebelahan. Pelaku hanya mengintimidasi rumah keluarga Suratji saja.

“Iya. Itu aja, dari sebelah rumahnya. Sebelahnya yang lain tidak ada,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *