DEPOK24JAM- Indonesia telah secara resmi menjadi salah satu negara pendiri Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Status tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan deklarasi pendirian organisasi yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Shanghai, China.
Sebagai anggota pendiri, Indonesia membawa misi penting dalam mengembangkan tata kelola AI global yang berpusat pada manusia. Misi tersebut mengedepankan prinsip pemerataan manfaat pembangunan, multilateralisme inklusif, serta penghormatan terhadap kedaulatan digital nasional sesuai dengan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa Bangsa.
Posisi Strategis Indonesia dalam Struktur WAICO
Memanfaatkan posisi strategis ini, Airlangga secara khusus mengusulkan kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi agar Indonesia dapat dipertimbangkan mendapatkan posisi penting dalam struktur kelembagaan sekretariat WAICO. Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral tingkat tinggi kedua belah pihak di Shanghai pada Sabtu 18 Juli.
Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memainkan peran aktif dalam membentuk masa depan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial di tingkat global. Dengan keanggotaan pendiri, Indonesia memiliki kesempatan untuk mempengaruhi kebijakan dan standar internasional dalam pengelolaan teknologi AI.
Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
Selain isu tata kelola teknologi, pertemuan bilateral juga membahas langkah konkret penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dan China. Di sektor perdagangan, Airlangga menekankan pentingnya percepatan akses pasar bagi produk ekspor nasional serta optimalisasi potensi perdagangan guna mengatasi berbagai hambatan rantai pasok.
Dalam bidang investasi, pemerintah Indonesia menawarkan perluasan kerja sama pengembangan kawasan industri terintegrasi melalui kerangka Two Countries Twin Parks kepada perusahaan manufaktur maju dan ekonomi digital asal China. Skema ini diharapkan dapat meningkatkan investasi langsung dan menciptakan ekosistem industri yang saling menguntungkan.
Inisiatif Energi Terbarukan dan Investasi Hijau
Terkait investasi hijau, Airlangga menyatakan bahwa Indonesia siap memfasilitasi percepatan program 100 GW Solar PV dan sistem penyimpanan energi baterai. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Morowali Green Industrial Park.
Komitmen Indonesia terhadap transisi energi hijau ini sejalan dengan target global dalam mengatasi perubahan iklim. Dengan melibatkan investor China, diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek energi terbarukan skala besar di Indonesia.
Dukungan untuk Forum APEC 2026
Sebagai penutup agenda bilateral, Indonesia menegaskan dukungan penuh terhadap keketuaan China pada forum APEC 2026 yang akan digelar di Shenzhen pada November mendatang. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga mengusulkan agar dapat diselenggarakan pertemuan bilateral antarkepala negara disertai business summit guna memperkuat hubungan antardunia usaha.
Untuk memastikan keberlanjutan kerja sama dan penyelesaian hambatan investasi, Menko Airlangga menyatakan kesiapannya untuk berkomunikasi langsung secara berkala dengan Menlu Wang Yi. Menlu China kemudian diundang untuk melakukan kunjungan balasan ke Indonesia guna melanjutkan dialog strategis kedua negara.
Sumber:

