12 Hari Setelah Melantai di Bursa, Satu Direktur RANS Mundur, Ada Apa?

Dua belas hari berselang, tepatnya 22 Juli 2026, manajemen menerima surat permohonan pengunduran diri Grandy Prajayakti sebagai Direktur Perseroan.

DEPOK24JAM- Tinta pada sertifikat pencatatan saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS) belum sepenuhnya kering ketika satu kursi di jajaran direksi ditinggalkan.

Perseroan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026. Dua belas hari berselang, tepatnya 22 Juli 2026, manajemen menerima surat permohonan pengunduran diri Grandy Prajayakti sebagai Direktur Perseroan.

Alasan yang disampaikan singkat, yakni alasan pribadi. Tidak ada penjelasan lebih jauh.

“Pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan,” demikian bunyi keterbukaan informasi bernomor 029/CORSEC/REI/VII/2026 yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia.

Perseroan menyatakan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham untuk meminta persetujuan pemegang saham atas permohonan tersebut, mengacu pada POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris serta POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang RUPS Perusahaan Terbuka.

Dokumen itu dikirim pada 24 Juli 2026 pukul 18.58 WIB, atau dua hari kerja setelah peristiwa terjadi. Secara aturan, penyampaian masih berada di dalam tenggat. Secara waktu, ia berada di titik paling ujung dari tenggat itu, beberapa jam setelah pasar tutup dan tepat di penghujung pekan.

Pada hari yang sama, sebelum dokumen tersebut masuk, saham RANS ditutup melemah 6,96% atau 16 poin ke level Rp214.

Yang Ditinggalkan

Sampai dengan pencatatan saham, direksi RANS diisi empat nama, yakni Nagita Slavina M. Tengker sebagai Direktur Utama. Sementara direktur diisi Abrar dan Grandy Prajayakti, serta Rumunggu Yokonapita Napitupulu yang membawahi fungsi keuangan. Dewan komisaris dipimpin Darwin Cyril Noerhadi, mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta, dengan Ambono Juniarto sebagai komisaris independen.

Dengan mundurnya Grandy, direksi menyusut menjadi tiga orang.

Yang membuat kepergian ini layak dicermati bukan sekadar jumlahnya, melainkan portofolionya. Berdasarkan profil manajemen yang beredar menjelang IPO, Grandy adalah sosok yang membawahi pengembangan bisnis, dengan rekam jejak panjang di Trans Retail Indonesia dan Trans Studio Bandung. Di dalam ekosistem RANS, namanya melekat pada lini kuliner dan hiburan keluarga.

Bandingkan dengan rencana penggunaan dana IPO. Perseroan menghimpun Rp429,25 miliar dari penerbitan 2,525 miliar saham baru pada harga Rp170. Sekitar 37,6% dialokasikan untuk tur konser berskala besar, 19,8% untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, 18,6% untuk wahana hiburan keluarga Cipungland, dan 8,2% untuk pembentukan perusahaan berbasis kecerdasan buatan bersama Feedloop. Sisanya untuk pelunasan pinjaman bank dan tambahan modal pada PT Rans Nikmat Sejahtera, entitas lini makanan dan minuman.

Sebagian besar pos itu berada di wilayah pengembangan bisnis dan hiburan keluarga. Pertanyaan yang wajar diajukan pemegang saham baru adalah siapa yang akan mengeksekusinya, dan apakah rencana suksesi sudah disiapkan sebelum surat pengunduran diri masuk.

Hingga berita ini disusun, perseroan belum memberikan penjelasan tambahan di luar frasa alasan pribadi. Tidak ada indikasi pelanggaran ataupun sengketa dalam dokumen resmi tersebut.

Prospektus Baru Sebulan

Prospektus RANS diterbitkan pada 23 Juni 2026. Nama Grandy Prajayakti tercantum di dalamnya sebagai anggota direksi. Masa penawaran umum berlangsung 2 sampai 8 Juli, pencatatan 10 Juli, dan surat pengunduran diri masuk 22 Juli.

Artinya, rentang antara publikasi prospektus dan mundurnya salah satu direktur yang tercantum di dalamnya kurang dari satu bulan.

Ini bukan pelanggaran. Direksi berhak mundur kapan saja dan alasan pribadi adalah alasan yang sah. Namun bagi investor ritel yang mengambil keputusan berdasarkan komposisi manajemen di prospektus, jeda selama itu terasa terlalu pendek untuk diabaikan begitu saja.

Perlu dicatat, IPO RANS bukan penawaran yang sepi. Menjelang penutupan masa penawaran, lebih dari satu juta single investor identification tercatat mengantre. Ini adalah salah satu IPO dengan basis investor ritel terbesar sepanjang 2026.

Satu hal lagi yang mengundang catatan tata kelola. Keterbukaan informasi bernomor CORSEC ini ditandatangani dan dikirim oleh Rumunggu Yokonapita dalam kapasitas Finance Director, bukan oleh Sekretaris Perusahaan yang berdasarkan informasi perseroan dijabat oleh Chintami Sihombing melalui Surat Keputusan No. 007/DIR-KOM/REI/VI/2026.

Harga Saham dan Beban Ekspektasi

Tekanan pada harga saham sudah terasa lebih dulu. Pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, RANS ditutup di Rp214, turun 6,96% atau 16 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp230.

Dibandingkan harga penawaran Rp170, level itu memang masih menyisakan kenaikan sekitar 26%. Investor yang memperoleh penjatahan perdana secara teknis belum merugi.

Persoalannya ada pada arah. Saham ini menyentuh titik tertinggi Rp314 pada 16 Juli 2026 dan titik terendah Rp188 pada 14 Juli 2026, keduanya terjadi hanya dalam pekan pertama perdagangan. Dari puncak Rp314, harga kini sudah terkoreksi sekitar 32%. Dalam dua pekan, RANS berpindah dari euforia auto reject atas ke koreksi hampir sepertiga nilai puncaknya.

Di sinilah persoalan yang lebih mendasar muncul. Dengan sekitar 12,6 miliar saham beredar, harga Rp214 menempatkan kapitalisasi pasar RANS di kisaran Rp2,7 triliun.

Sekarang bandingkan dengan fundamentalnya. Berdasarkan prospektus, pendapatan RANS pada 2025 tercatat Rp353,38 miliar, turun 13,91% dari Rp410,50 miliar pada 2024. Pendapatan itu juga lebih rendah dari capaian 2023 sebesar Rp437,81 miliar. Artinya, pendapatan perseroan sudah menurun dua tahun berturut-turut sebelum IPO.

Laba tahun berjalan 2025 sebesar Rp56,69 miliar, anjlok 41,60% dibandingkan sekitar Rp97 miliar pada 2024.

Dengan laba sebesar itu, kapitalisasi Rp2,7 triliun setara rasio harga terhadap laba sekitar 48 kali. Pada titik tertinggi Rp314, rasionya menembus 70 kali. Sebagai gambaran, valuasi di rentang tersebut umumnya disematkan pada perusahaan teknologi dengan pertumbuhan laba agresif, bukan pada perusahaan media yang labanya sedang turun lebih dari 40%.

Koreksi 6,96% pada Jumat pun belum benar-benar memangkas premi itu. Untuk kembali ke rasio 30 kali laba, harga RANS harus berada di kisaran Rp135, atau di bawah harga IPO.

Pasar, dengan kata lain, sedang membeli cerita kekuatan merek dan ekosistem, bukan mesin laba yang sudah terbukti. Ketika premi sebesar itu dibayar di muka, setiap goyangan pada sisi eksekusi menjadi berbobot, termasuk berkurangnya satu anggota direksi.

Yang Perlu Diawasi

Ada tiga hal yang layak diikuti dalam beberapa pekan ke depan.

Pertama, kapan RUPS digelar dan siapa pengganti yang diajukan. POJK mensyaratkan proses ini berjalan melalui persetujuan pemegang saham, dan kualitas nama pengganti akan menjadi sinyal seberapa dalam bangku cadangan manajemen RANS.

Kedua, apakah pengunduran diri ini berdiri sendiri atau menjadi awal dari perubahan komposisi yang lebih luas. Perpindahan satu direktur adalah peristiwa biasa. Perpindahan beruntun dalam kuartal pertama sebagai perusahaan terbuka adalah cerita yang berbeda.

Ketiga, realisasi penggunaan dana IPO. Laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum wajib disampaikan secara berkala. Di situlah publik dapat menilai apakah rencana ekspansi ke konser, kosmetik, Cipungland, dan kecerdasan buatan berjalan sesuai jadwal, atau tertahan.

Untuk saat ini, klaim perseroan bahwa pengunduran diri tersebut tidak berdampak material adalah pernyataan manajemen, bukan kesimpulan yang sudah teruji. Pembuktiannya ada pada laporan keuangan kuartal-kuartal berikutnya.

Catatan redaksi: artikel disusun berdasarkan keterbukaan informasi PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. No. 029/CORSEC/REI/VII/2026 tertanggal 24 Juli 2026, prospektus perseroan, dan data perdagangan bursa. Data harga saham per penutupan 24 Juli 2026 pukul 16.13 WIB di level Rp214. Redaksi membuka ruang hak jawab bagi perseroan dan pihak yang disebut dalam artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *