Haaland Jadi Ancaman Utama Inggris, Messi Pecahkan Rekor di Piala Dunia 2026

Perempat final Piala Dunia 2026 menyajikan pertarungan sengit antara Inggris dan Norwegia di Miami, Amerika Serikat, Minggu (12/7) pagi WIB. Pertandingan ini akan menampilkan duel spektakuler antara Erling Haaland dan para bek Inggris yang sudah mengenalnya baik dari kompetisi klub.

Para pemain belakang Inggris sangat menyadari bahwa Haaland akan mengusung misi khusus saat memimpin lini depan Norwegia. Bomber Manchester City berusia 25 tahun itu telah membuktikan ketajamannya dengan mencetak dua gol saat menumbangkan Brasil 2-1 di babak 16 besar, membawa Norwegia melangkah ke perempat final. Haaland kini menjadi salah satu kandidat kuat peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026.

Rekan Setim di Manchester City Bersiap Menghadapi Haaland

Menariknya, Haaland akan bersua dengan sejumlah rekan setimnya di level klub. Bek Inggris Marc Guehi, yang juga rekan setimnya di Manchester City, mengaku sangat antusias menyambut duel ini. “Saya tahu dia [Haaland] akan sangat bersemangat. Ini akan menjadi tantangan besar, tetapi sangat menyenangkan bisa bertemu wajah-wajah yang familier dan kami akan mencoba melakukan yang terbaik untuk menang,” ujar Guehi.

Statistik menunjukkan bahwa lini pertahanan Inggris harus ekstra waspada. Kedua pemain ini pernah berhadapan sejak di level kelompok umum internasional, di mana Guehi sempat membawa Inggris U-16 dan U-17 mengalahkan Norwegia pada 2016 dan 2017 tanpa membiarkan Haaland mencetak gol. Namun di level profesional, Haaland berhasil membalas dendam dengan mencetak hat-trick saat Manchester City melibas Crystal Palace 4-2 pada 2022. Total, Haaland mengemas tujuh gol dari tujuh laga kontra Guehi.

Kabar agak baik untuk Inggris datang dari pertemuan Haaland dengan bek Aston Villa Ezri Konsa. Dari lima pertemuan di Premier League, Haaland hanya mampu mencetak satu gol. Sementara itu, John Stones pernah menghadapi Haaland saat sang striker masih berseragam Borussia Dortmund di perempat final Liga Champions 2021, dan berhasil membuat Haaland mandul di kedua leg tersebut.

Inggris Hadapi Krisis Bek Kanan Menjelang Laga Krusial

Timnas Inggris dihantam krisis bek kanan jelang pertandingan penting ini. Pelatih Thomas Tuchel dipaksa memutar otak ekstra keras karena stok pemain murni di sektor kanan pertahanan praktis ambruk akibat kombinasi cedera dan hukuman kartu. Situasi ini menjadi ironi sekaligus ujian realitas bagi Inggris, padahal mereka baru saja menunjukkan performa bertahan heroik saat membungkam Meksiko dengan 10 pemain di Stadion Azteca pada babak 16 besar.

Reece James, pilihan utama bek kanan Inggris, masih absen latihan akibat cedera hamstring. Meski kondisinya berangsur membaik, memaksakan James bermain 90 menit melakukan risiko tinggi. Djed Spence sebagai opsi darurat juga sedang dihantam cedera ringan setelah tampil tidak nyaman di menit-menit akhir laga kontra Meksiko.

Kondisi kian pelik setelah Jarell Quansah dipastikan absen akibat hukuman kartu merah langsung di Mexico City, dan harapan Inggris untuk mengajukan banding tampak mustahil dikabulkan oleh Komite Disiplin FIFA. Jika James dan Spence gagal pulih tepat waktu, Tuchel kemungkinan besar akan menggeser bek Aston Villa Ezri Konsa ke posisi bek kanan, yang otomatis memaksa John Stones kembali masuk ke jantung pertahanan untuk berduet dengan Marc Guehi.

Messi Terus Menulis Sejarah di Piala Dunia

Sementara itu, di babak lain turnamen, megabintang sekaligus kapten Timnas Argentina Lionel Messi terus menorehkan tinta emas. Usai mencetak gol krusial kontra Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026, penyerang berusia 39 tahun itu resmi memecahkan rekor baru sebagai pemain pertama yang selalu mencetak gol dalam enam pertandingan fase gugur Piala Dunia secara berturut-turut.

Torehan tersebut juga memperpanjang rekor fantastis lainnya, di mana Messi tercatat selalu berhasil membobol gawang lawan dalam sembilan pertandingan Piala Dunia terakhirnya secara beruntun. Gol penyeimbang kedudukan yang dilesakkan Messi ke gawang Mesir sekaligus mengantarkan dirinya kembali bertengger sendirian di puncak daftar top skor sementara dengan delapan gol, unggul satu gol atas Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang sama-sama mengemas tujuh gol.

Performa impresif yang terus ditunjukkan oleh sang kapten legendaris itu mengundang decak kagum dari rekan setimnya, Julian Alvarez. Penyerang Atletico Madrid itu mengaku kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kehebatan kaptennya. “Mengenai Leo [Messi], sudah tidak ada kata-kata lagi yang tersisa di dunia ini untuk menggambarkan dirinya. Performa dan efektivitas yang ia tunjukkan di Piala Dunia kali ini benar-benar sangat mengesankan,” puji Alvarez. “Kami sebagai tim selalu mencoba untuk membantu dia, menemaninya di lapangan, dan menikmati setiap momen berharga yang bisa kami habiskan bersama dengannya di atas lapangan hijau. Dia adalah legenda hidup, pemain terbaik di dunia,” tegas Alvarez.

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *