DEPOK24JAM – Hampir di setiap kota di Indonesia, pemandangan Alfamart vs Indomaret berdiri berdekatan sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan, tak sedikit masyarakat yang bercanda, jika menemukan Alfamart biasanya tak jauh dari sana akan ada Indomaret. Persaingan keduanya bukan hanya soal lokasi toko, tetapi juga promo, harga kebutuhan pokok, kelengkapan produk, hingga layanan pembayaran digital.
Bagi konsumen, persaingan tersebut menghadirkan banyak pilihan. Namun bagi investor, yang lebih menarik adalah bagaimana kinerja kedua grup bisnis ini di balik ribuan gerai yang setiap hari melayani jutaan pelanggan.
Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, baik PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebagai operator Alfamart maupun PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) yang merupakan perusahaan investasi dengan kepemilikan strategis di jaringan Indomaret, sama-sama membukukan kinerja positif. Meski demikian, sumber pertumbuhan kedua emiten tersebut berasal dari model bisnis yang berbeda.
Laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia menunjukkan kedua perusahaan telah menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Perbandingan Singkat Kinerja Semester I 2026
| Indikator | AMRT (Alfamart) | DNET (Grup Indomaret) |
|---|---|---|
| Pendapatan | Rp67,96 triliun | Rp871,83 miliar |
| Pertumbuhan Pendapatan | +6,5% | +8,8% |
| Laba Bersih | Rp2,03 triliun | Rp395,96 miliar |
| Total Aset | Rp45,82 triliun | Rp24,09 triliun |
| Total Ekuitas | Rp17,61 triliun | Rp15,90 triliun |
| Sentimen Semester I 2026 | 🟢 Positif | 🟢 Positif |
Alfamart Masih Tumbuh dari Belanja Harian Masyarakat
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan pendapatan sebesar Rp67,96 triliun pada semester I 2026 atau naik sekitar 6,5% dibandingkan Rp63,81 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan penjualan tersebut turut mendorong laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp2,03 triliun, meningkat dari Rp1,88 triliun.
Kinerja tersebut menunjukkan konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama bisnis minimarket. Masyarakat tetap datang ke gerai Alfamart untuk membeli kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan, minuman, produk kebersihan, hingga layanan pembayaran digital.
Meski demikian, perusahaan juga menghadapi kenaikan biaya operasional. Beban penjualan meningkat menjadi Rp11,92 triliun dari Rp11,07 triliun, sedangkan beban administrasi juga mengalami kenaikan. Namun pertumbuhan pendapatan masih mampu menjaga profitabilitas perusahaan.
Rapor Keuangan AMRT Semester I 2026
| Keterangan | Semester I 2026 | Semester I 2025 |
|---|---|---|
| Pendapatan | Rp67,96 triliun | Rp63,81 triliun |
| Laba Bersih | Rp2,03 triliun | Rp1,88 triliun |
| Pertumbuhan Pendapatan | 6,5% | – |
| Beban Penjualan | Rp11,92 triliun | Rp11,07 triliun |
| Total Aset | Rp45,82 triliun | Rp43,98 triliun* |
| Total Ekuitas | Rp17,61 triliun | Rp16,80 triliun* |
| Kesimpulan | 🟢 Positif |
DNET Menopang Pertumbuhan dari Investasi Strategis
Berbeda dengan AMRT, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) bukan merupakan operator gerai Indomaret. Perseroan bergerak sebagai perusahaan investasi yang memiliki kepemilikan strategis pada sejumlah bisnis, termasuk jaringan Indomaret.
Sepanjang semester I 2026, DNET membukukan pendapatan sebesar Rp871,83 miliar, naik dibandingkan Rp801,38 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga mencatat pendapatan keuangan sebesar Rp221,12 miliar, sementara kontribusi laba dari entitas asosiasi mencapai Rp340,57 miliar.
Di sisi neraca, total aset meningkat menjadi Rp24,09 triliun dari Rp23,70 triliun pada akhir 2025. Ekuitas juga bertambah menjadi Rp15,90 triliun, mencerminkan fundamental perusahaan yang tetap solid.
Rapor Keuangan DNET Semester I 2026
| Keterangan | Semester I 2026 | Semester I 2025 |
|---|---|---|
| Pendapatan | Rp871,83 miliar | Rp801,38 miliar |
| Pertumbuhan Pendapatan | 8,8% | – |
| Pendapatan Keuangan | Rp221,12 miliar | Rp215,07 miliar |
| Laba Entitas Asosiasi | Rp340,57 miliar | Lebih tinggi |
| Total Aset | Rp24,09 triliun | Rp23,70 triliun* |
| Total Ekuitas | Rp15,90 triliun | Rp15,55 triliun* |
| Kesimpulan | 🟢 Positif |
Siapa yang Lebih Unggul?
Jika dilihat dari bisnis operasional, Alfamart (AMRT) tampil lebih unggul. Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sekaligus peningkatan laba bersih di tengah persaingan industri ritel yang semakin ketat.
Sementara itu, DNET tetap menunjukkan fundamental yang sehat. Namun, karakter bisnisnya berbeda karena lebih banyak memperoleh kontribusi dari investasi strategis dibandingkan aktivitas operasional gerai minimarket secara langsung.

