Kisah Nawawi Sang Pecandu yang Menjadi Seorang Penyuluh Narkoba

22

DEPOK- Nawawi Hermawan, (39) atau akrab disapa Ega, merasa sangat bersyukur karena dirinya kini terbebas dari jerat narkoba yang sempat membelenggunya sejak SMP.

Warga Depok yang saat ini menjadi Konselor Adiksi dan Koordinator Harm Reduction di Rumah Singgah PEKA, salah satu lembaga pemerhati narkoba, HIV & AIDS ini menuturkan pengalamannya sebagai mantan pengguna sudah hampir mencoba semua jenis narkoba.

“Awalnya sejak SMP itu saya cuma coba minum-minuman beralkohol, terus makin lama meningkat mencoba obat-obatan, setelah masuk SMA mulai mengenal ganja, dan jenis narkoba lainnya seperti putau dan heroin hingga tahun 2000. Di 2000 sampai 2015 itu saya menggunakan sabu,” tuturnya.

Baca Juga: Wah! Ternyata Ini 10 Kelurahan yang Rawan Narkoba di Depok

Ia beberapa kali bangkit untuk sembuh tetapi tetap kembali menggunakan narkoba. Hingga ia pernah menjalani hukuman penjara gara-gara kasus narkoba.

“Tahun 2015 itu sebenernya udah berhenti, sampai di tahun 2018 akhir saya kena narkoba lagi. Di bulan Februari tahun 2019 saya memutuskan untuk bangun dari ketergantungan terhadap narkoba dan sudah benar-benar bersih sampai sekarang,” katanya.

Menurutnya, rehabilitasi menjadi faktor utama yang membuat Ega bisa menjadi seperti sekarang. Pada saat di rehabilitasi, dia belajar dan mendalami ilmu tentang narkoba.

 

View this post on Instagram

 

Kegiatan pembentukan WPA di kecamatan Ciseeng berkerja sama dengan Perkumpulan PEKA dan KPAD kab.bogor

A post shared by Nawawi Hermawan (@nawawihermawan) on


“Akhirnya dikasih kepercayaan bergabung di salah satu tempat rehabilitasi dan diikutsertakan dalam pelatihan dari BNN, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, secara nasional dan Internasional,” tuturnya.

Ada banyak pengalaman yang sudah didapat dari barang haram narkoba ini. Kata Ega, dirinya mengungkapkan bahwa pengalaman menggunakan narkoba tidak sama sekali ia sesali.

Baca Juga: Siap-Siap, Setiap Siswa di Depok Bakal Dites Narkoba

Pengalaman menggunakan narkoba membuat ia banyak bertemu orang penting, bahkan diundang ke luar daerah mulai Makasar, Jogja, Bali, Irian Jaya hingga ke luar negeri untuk menghadiri pertemuan tentang dampak narkoba.

Hingga saat ini ia terus menyuarakan bahaya dari penyalahgunaan narkoba. Ia terus terjun ke lapangan bertemu dengan banyak orang. Berdiskusi dan memberi penyuluhan ke lapas-lapas.

Dia mengingatkan bagi siapa yang ingin lepas dari ketergantungan narkoba, maka bisa dimulai dari diri sendiri dan juga faktor lingkungan.

“Pesan untuk remaja-remaja khususnya di Depok agar mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lebih Tahu Depok