KPK dan BGN Bahas Tindaklanjut Rekomendasi Program Makan Bergizi Gratis

Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menghadiri pertemuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (7/7) untuk membahas rencana aksi menindaklanjuti kajian lembaga antirasuah terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Nanik S Deyang beserta Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono tiba di Gedung Merah Putih pada pukul 10.34 WIB.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminudin menyampaikan bahwa setidaknya ada 10 rekomendasi yang diberikan lembaganya untuk ditindaklanjuti BGN. “Diskusi sudah dilakukan dengan pimpinan dan pimpinan BGN, yang pada intinya BGN hari ini mendiskusikan terkait dengan rencana aksi yang akan dilakukan oleh teman-teman BGN menindaklanjuti kajian yang telah dilakukan oleh KPK,” ujar Amin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Temuan Strategis Program MBG

Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari menjelaskan bahwa KPK memberikan hasil kajian terkait MBG pada 17 Maret 2026. “Pada saat 2 Juni 2026 kami datang, itu kami lihat ternyata hasil kajian tersebut belum mendapat tanggapan. Kami pelajari semua, ada 10 temuan, kami pelajari satu per satu,” ungkap Agustina.

Temuan strategis mengenai MBG mencakai beberapa aspek kritis. Program tersebut berjalan tanpa cetak biru yang komprehensif dan penilaian hanya menyasar pada jumlah penerima manfaat saja. Padahal di awal perencanaan, MBG dihadirkan untuk mengatasi stunting atau tengkes dengan target jangka pendek, menengah, dan panjang yang jelas.

Selain itu, temuan lainnya adalah adanya ruang diskresi yang terlalu luas dari para pengambil kebijakan yang mengampu program MBG. Hal itu berpotensi membuka ruang terjadinya transaksional, fraud, dan tindak pidana korupsi. Temuan lain juga menyangkut konflik kepentingan, rekrutmen tidak transparan, dan ekosistem MBG yang belum terbangun secara sistematis.

Rencana Tindak Lanjut dan Pengawasan

Agustina menyatakan bahwa saat ini sudah dibentuk tim untuk mendiskusikan 10 temuan tersebut dan menyusun rencana aksi. “Secara formal tadi kami menyampaikan rencana tindak lanjut tersebut kepada seluruh tadi diwakili beberapa pimpinan, ya, ketua tadi hadir, ada beberapa (wakil) ketua yang hadir di situ, dan kemudian kami mendiskusikan antara lain beberapa rencana tindak yang akan kami lakukan,” terang dia.

Amin menambahkan bahwa Kedeputian Pencegahan KPK akan melakukan pengawasan, pendampingan, dan monitoring atas pelaksanaan rencana aksi tersebut. “Ada 10 rekomendasi kajian yang sudah kami berikan, dan hari ini BGN menyampaikan rencana aksi yang akan dilakukan,” imbuhnya.

Dukungan untuk Keberlanjutan Program

Sementara itu, sejumlah mitra dan relawan program MBG akan melakukan aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/7/2026) untuk mendukung keberlanjutan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pangan Gizi Indonesia Daerah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (APGI 3T) Gardian Muhammad mengatakan pihaknya akan mendukung penuh aksi tersebut.

Gardian mengungkapkan bahwa program MBG telah dirasakan manfaatnya oleh jutaan orang dan bukan hanya penerima manfaat saja. “Bahwa memang betul, teman-teman di daerah 3T, investor saat ini sangat mendukung parade aksi ini,” kata dia. Program itu juga dinilai membuka lapangan kerja bagi masyarakat luas, sehingga perbaikan tata kelola yang sedang dilakukan tidak menghentikan momentum positif yang telah dibangun.

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *