DEPOK24JAM – Pengusaha nasional sekaligus anggota DPR RI, Rachmat Gobel, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya Tebet, Jakarta, dalam usia 63 tahun.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga melalui akun resmi almarhum dan dibenarkan oleh Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya.
Sepak Terjang di Dunia Usaha
Rachmat Gobel lahir pada 3 September 1962 sebagai anak kelima dari pasangan Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel. Sejak kecil, ayahnya telah menanamkan etos kerja yang kuat. Saat masih duduk di bangku SMP, ia pernah bekerja sebagai penyapu pabrik sebelum meniti berbagai posisi hingga level manajerial.
Pada usia 24 tahun, Rachmat meraih gelar Sarjana Perdagangan Internasional dari Chuo University, Tokyo. Setelah lulus, ia menjalani praktik kerja di Matsushita Group, Jepang.
Karier bisnisnya dimulai pada 1989 ketika kembali ke Indonesia dan bergabung dengan PT National Gobel, yang kini dikenal sebagai PT Panasonic Manufacturing Indonesia, sebagai Asisten Presiden Direktur. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1991, ia diangkat menjadi anggota Dewan Direksi dengan tanggung jawab penuh atas perencanaan manajemen perusahaan.
Titik penting dalam kariernya terjadi saat krisis moneter 1998. Di tengah gejolak ekonomi Indonesia, PT Gobel International dan Matsushita Electric Industrial (kini Panasonic Group) sepakat memperpanjang perjanjian joint venture. Rachmat kemudian dipercaya memimpin perusahaan tersebut.
Sejak 2004, ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Panasonic Gobel Indonesia. Selain itu, ia juga pernah menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan besar, di antaranya:
- Komisaris PT Indosat Tbk (2008–2014)
- Komisaris PT Smart Tbk (2004–2014)
- Komisaris Utama PT Visi Media Asia Tbk
- Direktur Utama PT Chateraise Gobel Indonesia
Kiprah Politik
Pada 2002, Aburizal Bakrie menunjuk Rachmat Gobel sebagai Ketua Kadin Indonesia Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia, dan Elektronika.
Kariernya di pemerintahan dimulai ketika Presiden Joko Widodo memilihnya sebagai Menteri Perdagangan dalam Kabinet Kerja pada 2014. Ia menjabat selama sekitar satu tahun sebelum terkena reshuffle kabinet.
Setelah itu, ia dipercaya sebagai Duta Investasi Presiden RI untuk Jepang pada periode 2017–2019.
Pada Pemilu 2019, Rachmat terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai NasDem mewakili Daerah Pemilihan Gorontalo. Ia kemudian dilantik sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019–2024 pada 1 Oktober 2019.
Hingga akhir hayatnya, ia tetap menjabat sebagai anggota DPR RI dari Dapil Gorontalo untuk periode kedua dan dikenal konsisten memperjuangkan kepentingan daerahnya. Ia juga pernah dipercaya sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Jepang.
Harta Kekayaan
Sebagai penyelenggara negara, harta kekayaan Rachmat Gobel tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan laporan per 31 Desember 2023, total kekayaannya mencapai Rp438,8 miliar.
Sebelumnya, dalam LHKPN 2022, total asetnya tercatat sebesar Rp695,9 miliar dengan utang Rp131,8 miliar. Dengan demikian, harta bersihnya mencapai Rp563,1 miliar, menjadikannya sebagai pimpinan DPR dengan kekayaan terbesar pada saat itu, melampaui Puan Maharani.
Komposisi kekayaannya didominasi oleh instrumen keuangan, antara lain:
- Surat berharga: Rp225,76 miliar
- Kas dan setara kas: Rp131,9 miliar
- Tanah dan bangunan: Rp155,18 miliar yang tersebar di Jakarta hingga Melbourne, Australia
- Toyota Century senilai Rp800 juta
Sumber utama kekayaannya berasal dari posisinya sebagai Direktur Utama PT Gobel International.
Meninggalkan Duka
Rachmat Gobel meninggalkan istri, Retno Damayanti, dua anak yakni Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel, serta cucu-cucunya.
Jenazah disemayamkan di Jalan Supomo Nomor 55A, Jakarta Selatan. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Gorontalo.
Catatan redaksi: Data LHKPN terakhir yang telah terverifikasi adalah laporan per 31 Desember 2023 dengan total kekayaan Rp438,8 miliar.

